PENYERANGAN LAPAS SLEMAN DIDUGA BERMOTIF DENDAM

Barang Bukti Dihilangkan

[JAKARTA]  Dirkamtib Ditjen Pemasyarakatan Kemkumham Wibowo Joko mengatakan, penyerangan Lapas Sleman pada Sabtu (23/3) dini hari, diduga bermotif dendam.   Hal itu dipicu tewasnya anggota TNI Sertu Santoso dalam sebuah kejadian di Hugo’s Cafe, Selaman, pada Selasa (19/3). “Jadi, beberapa hari yang lalu keributan di Cafe Hugo oleh empat orang. Salah satunya dilakukan oleh anggota polisi, dilerai oleh anggota kopassus kemudian ia meninggal karena ditusuk,” kata Wibowo, kepada SP, di Jakarta, Sabtu (23/3). Setelah peristiwa tersebut, anggota kepolisian meringkus keempatnya yang kemudian ditahan di Lapas Sleman. Salah satu yang ditahan adalah  Johannes Joan Manbait, yang belakangan diketahui sebagai anggota polisi. “Setelah meninggal dicari yang menusuk, ketemu empat orang salah satunya Johannes Joan Manbait. Dititip ke lapas, Jumat (22/3) siang, kemudian tadi malam pukul 00:30 WIB lapas diserang,” katanya. Dikatakan, saat sebelum penyerangan seorang tidak dikenal mengetuk pintu lapas untuk kordinasi dengan tahanan. Namun, karena pintu tidak dibuka oleh petugas lapas, oknum berpakaian preman tersebut mendesak untuk bertemu dengan Kepala Keamanan sebelum memasuki ruang CCTV untuk menghilangkan alat bukti. “Begitu Kepala Keamanan datang pintu dibuka, lalu kepala keamanan ditendang dan dibanting. Kemudian muncul 20 orang. Mereka pergi membawa petugas ke penyimpanan kunci dan ruang CCTV dan dirusak,” ujarnya. Dikatakan, beberapa diantaranya membawa senjata AK47 yang beberapa kali ditembakan ke udara. Mereka menginginkan lokasi blok ditahannya empat orang pelaku pembunuhan Sertu Santoso. “Blok A5 diisi 38 tahanan, empat diantaranya tahanan yang dititip dari Polda. Diperkirakan membawa AK 47 yang diberondong ke atas, empat orang dari Polda itu disuruh berbaris terpisah lalu ditembak meninggal semua, dan dibawa ke RSUP Dr. Sardjito,” paparnya. Dikatakan, setelah peristiwa tersebut Denpom AD dan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda segera bergerak menyelidiki penyerbuan. Namun belum diketahui hasil sementara penyelidikan. “Denpom AD dan Labfor Polda langsung menyelidiki,” jelasnya. [E-11]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *