MENGENANG RICKY JO

Sepekan terakhir ini, ia seakan menunjukkan firasat akan pergi untuk selamanya.

JAKARTA – Dunia sepakbola dan hiburan di tanah air benar-benar berduka dengan kepergian musisi, penyanyi, moderator, dan komentator handal, Ricky Johannes atau Ricky Jo secara mendadak. Ricky menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta , pada Jumat (22/3), tepat pukul 17.00 WIB.

(Foto:dok/ist)
Ricky Johannes.

Ricky yang menganut pola hidup sehat, makan, istirahat dan olahraga teratur ini hanya makan nasi goreng dan minum teh sekitar 1.5 jam sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya yang diawali dengan kejang-kejang dan sakit pada bagian dadanya.

Dokter di rumah sakit MMC pun sempat memberikan pertolongan pecut jantung sekitar 45 menit sebelum akhirnya memastikan kalau Ricky memang sudah tiada. Siapa sangka, pria baik hati, ramah, dan murah senyum ini pergi begitu cepat, mengingat Ricky tak pernah punya riwayat jantung atau mengidap penyakit apa pun.

Tapi, Ricky yang belakangan lebih dekat dengan Tuhan ini terkesan telah mempersiapkan kepergiannya. Persiapan Ricky sudah dimulai usai pemakaman ayahandanya sebulan lalu. Bagi Ricky, yang kelahiran 25 September 1967 ini, ayahnya adalah pemicu ia dalam berkarir. Ayahnya juga yang kerap mengingatkan Ricky agar tak terpengaruh dengan trend perceraian di kalangan artis yang belakangan sangat marak.

Tapi, apa daya, rumah tangga yang ia bina dengan mantan model asal Manado, Sherly Ogotan sejak 15 tahun silam akhirnya kandas di tengah jalan ketika mereka bercerai tiga bulan lalu. Ricky tahu, ayahnya terpukul dengan perceeraiannya. Tapi, ia tak ingin sang ayah larut dalam kesedihan. Ia berusaha menutupinya dengan selalu dekat dengan kedua putrinya, Chintana Emmanuela (14 tahun) dan Chyandra Raffaela (9 tahun). Chintana yang jago bermain gitar sesekali diajak bercerita tentang banyak hal.

“Chinta sudah besar, dia sudah banyak mengerti sehingga sangat enak diajak ngobrol,” tutur Ricky dalam perbincangan dengan SH di Senayan, pekan lalu.

Terpukul

Ketika SH melayat di rumah duka di kawasan Pondok Kelapa, Kali Malang, Jakarta Timur, pada Jumat (22/3) malam, dua putri Ricky begitu larut dalam kesedihan mereka. Chintana yang paling terpukul karena selama lima hari berada di rumah sakit MMC pekan lalu, ia merasa begitu dekat dengan ayahnya itu. Ia menangis sesunggukan sambil memukul-mukul peti yang berisi jenazah almarhum ayahandanya.

Ibunda dua putri Ricky, Sherly tampak terdiam tanpa kata. Sesekali air matanya tumpah saat mendengar tangisan kedua putrinya. Sherly seolah malas berbicara dengan siapa pun. Ia hanya duduk termenung memandang jenazah ayah dari dua putrinya itu sambil sesekali memeluk erat Chintana dan Chyandra.

Ricky yang asal Maluku Tenggara ini memang tak mau banyak bicara soal perceraiannya. Ia sangat pandai menutupi kabar itu karena menurut Ricky, perceraian itu bukan kehendaknya.

“Saya malu dan itu bukan prestasi. Perceraian itu kegagalan yang sangat memalukan. Jadi, buat apa dipublish,” tuturnya.

Ketika sang ayah dipanggil pulang sebulan lalu, Ricky merasa terpukul dan ada perasaan bersalah sang ayah tertekan karena perceraiannya. Karena itu, ketika dinyatakan masuk nominasi satu penghargaan untuk kategori ‘Pembawa acara olahraga terfavorit’, Ricky sontak menyatakan kalau nominasi itu ia persembahkan bagi ayahanda tercinta.

“Semoga Tuhan Yesus kasih kesempatan saya memenangkan nominasi itu karena itu akan saya persembahkan buat almarhum my daddy,” katanya.

Peringatan

Sepekan sebelum kepergiannya, Ricky juga sudah mendapat banyak sekali peringatan. Ketika putri sulungnya Chintana dirawat di RS MMC pada 14 Maret lalu karena demam tinggi, Ricky baru saja menjadi moderator di acara Diskusi Sepakbola Jelang KLB PSSI yang digelar SIWO PWI Jaya. Ia duduk sekitar satu jam bersama komentator Tommy Welly sambil menunggu kedatangan pembicara lain, Deddy ‘Mi’ing’ Gumelar dan Utut Adianto.

Dalam komentarnya di acara diskusi itu, Ricky hanya ingin PSSI damai dan bisa tenang dalam membina prestasi para pemainnya. Di acara itu pula Ricky yang tengah mencalonkan diri duduk di kursi legislatif dari Partai Gerindra ini, sudah mengeluh khawatir dengan putrinya Chintana yang sedang sakit. Anehnya saat diskusi itu dia senang sekali berfoto-foto dengan sejumlah wartawan olahraga. Hal ini sangat jarang dilakukan mengingat bertemu wartawan olahraga di kawasan Senayan sudah sangat biasa.

Usai diskusi, sesampainya di rumah, putrinya ternyata harus dilarikan ke rumah sakit. “Duh, gua kebanyakan foto-foto makanya sampai rumah si kaka –panggilan untuk Chintana—ternyata harus masuk MMC. Doain si kaka ya,” katanya.

Sekitar lima hari putri sulungnya itu dirawat di MMC dan setelah si sulung keluar, giliran si bungsu Chyandra yang sakit. Ricky makin sedih. Menurutnya, dengan sakitnya dua putrinya sekaligus dalam sepekan, itu artinya Ricky harus benar-benar mencurahkan segala perhatiannya kepada dua buah hatinya itu.

Rabu (20/3), dua hari sebelum Ricky pergi untuk selama-lamanya, si ade –panggilan untuk Chyandra—sembuh. Ricky begitu gembira dan memasang foto profil di BBM-nya, foto ia bersama kedua putrinya dan ibundanya yang berdiri terpaku di makam mendiang ayahandanya sebulan lalu.

Status BBM-nya nya yang sempat terlihat SH ketika itu bersama foto itu tertulis, ‘Tenang di sana, Miss u Dad.”.

Firasat-firasat yang dekat dengan pemakaman pun terus ditunjukkan hingga menjelang ia akan ‘pergi’. Sehari sebelum meninggal, Ricky menulis di akun Twitter-nya kalau ia seperti mendengar sang ayah membisikkan namanya. Ia bahkan men-tweet sebuah artikel tentang penyakit jantung, padahal ia tak pernah menunjukkan tanda-tanda mengidap sakit jantung.

Ricky seolah mempersiapkan kepergiannya. Satu yang paling berkesan ketika ia pernah berujar, “Aku hanya mau anak-anakku hidup takut Tuhan.”. Aaaah, indahnya. Selamat jalan Ricky, Selamat bertemu Papi tercinta di Surga. Salam olahraga.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *