MANTAN DIRJEN PETERNAKAN UNGKAP CARA STABILKAN DAGING

Jakarta (ANTARA News) – Mantan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Prabowo Respatiyo Caturroso mengungkapkan caranya menjaga stabilitas harga daging sapi kepada penyidik KPK.

“Harga daging stabil karena pada saat itu importir ternak dan daging saya wajibkan menyerap ternak lokal,” kata Prabowo usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan penyerapan sapi lokal itu 10 persen dari total kuota untuk menyerap bibit sapi potong lokal. Selain itu menurut dia, 10 persen sapi betina produktif, dan 10 persen daging dari lokal.

“Importir itu saya ajak pada Sabtu-Minggu ke lapangan beli ternak sapi langsung ke petani,” ujarnya.

Menurut dia, harga sapi pada saat itu sangat rendah, yaitu Rp16.500-Rp18.000 per kilogram. Dia menegaskan, dirinya menaikkan menjadi Rp20.500-Rp23.000 per kilogram.

“Kalau harga di petani lebih dari Rp23.000, maka harga di pasaran lebih dari Rp23.000. Waktu itu harga daging di pasaran Rp70.000 perkilogram,” katanya.

Dia menjelaskan pada saat menjelang Idul Fitri 2011 diperkirakan harga daging mencapai Rp100.000 per kilogram, namun tidak terjadi karena langkah yang sudah diambilnya. Hal itu menurut dia presentasi antara daging impor dan lokal adalah 50:50.

Menurut dia, saat itu kuantitas sapi lokal sejumlah 14,6 juta, sedangkan target swasembada adalah 14,2 juta. Namun menurut dia yang masih menjadi masalah saat itu adalah biaya angkut hewan terlalu mahal didalam negeri.

“Dari daerah ke Jakarta harganya lebih mahal dari Darwin ke Jakarta. Sehingga kami saat itu minta kepala daerah mengirim daging sapi saja,” katanya.

Prabowo diperiksa sebagai saksi untuk empat tersangka kasus dugaan suap pengurusan impor sapi di Kementerian Pertanian.(Ant)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *