GALI KASUS SIMULATOR, KPK PANGGIL WAKASAT LANTAS POLTABES SEMARANG

Jurnas.com | KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek Simulator SIM Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang telah menyeret Irjen Pol. Djoko Susilo sebagai tersangka.

Salah satunya dengan memanggil Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas (Wakasat Lantas) Poltabes Semarang, Sudaryoto sebagai saksi untuk tersangka Irjen Pol.Djoko Susilo.

”Yang bersangkutan akan dimintai keterangan sebagai saksi,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha (22/03).

Kendati begitu belum diketahui secara pasti kaitan Sudaryoto dengan kasus korupsi maupun pencucian uang Djoko Susilo dalam proyek senilai Rp196,8 miliar itu.

Diketahui pula, selain Sudaryoto, KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Irjen Pol. Djoko Susilo sebagai tersangka. Termasuk pemanggilan dua saksi lainnya dari pihak Polri yaitu Harijono dan eks Bendahara Korlantas Polri, Kompol Legimo Sumarto.

KPK belakangan ini memang kian mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi dan pencucian uang proyek Simulator SIM Korlantas Polri dengan tersangka Irjen Pol.Djoko Susilo. Hal itu terlihat dari upaya pemanggilan saksi maupun rangkaian penyitaan terhadap aset Djoko Susilo yang diduga berkaitan dengan pencucian uang proyek Simulator SIM.

Terungkap, KPK telah melakukan serangkaian penyitaan aset milik Djoko Susilo. Tercatat sekitar 33 aset yang disita yang antara lain terdiri dari bangunan tanah, bus dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). KPK memperkirakan nilai 33 jenis aset yang disita tersebut mencapai Rp70 miliar.

Irjen Pol. Djoko Susilo telah resmi ditetapkan KPK, Senin (14/1) lalu sebagai tersangka TPPU terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Simulator SIM. Sebelumnya jenderal bintang dua itu juga telah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi Simulator SIM.

Penetapan Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka TPPU ini setelah KPK menemukan adanya dugaan praktek pencucian uang. Pencucian uang itu diduga kuat berasal dari tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Djoko Susilo. Pencucian uang yaitu menyamarkan, mengubah bentuk kemudian juga menyembunyikan.
sumber: jurnas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *