DI TOILET KOS-KOSAN, JEFRI MEMILIH MEMBUNUH DIRI

Isun bingung. Jumat (22/3) dinihari itu, tiba-tiba perutnya melilit, sakit perut. Rasa enggan menggelanyut di benaknya, mengingat jam ketika itu sudah menunjukkan pukul 01.00 WIB. Tapi, semakin lama ditahan, perut Isun kiat berontak, minta boker.
Terpaksalah, pemuda yang ngekos di RT4/RW5 Kavling Lama Batuaji itu pergi ke toilet. Tapi sial, toilet terkunci dari dalam. Digedor-gedor, tapi tak ada sahutan dari dalam. Karena sudah kebelet, Isun akhirnya mendatangi ibu kos, Upik, untuk pinjam toilet si induk semang. “Toiletnya tertutup dari dalam,” begitu kata Isun, sebagaimana ditirukan Upik. Sampai di sini, tidak ada masalah apa-apa.

Isun selesai ke kamar mandi. Tapi justru Upik yang mengaku keheranan. Di benaknya, kenapa toilet yang diperuntukkan untuk empat anak kos yang menghuni rumahnya terkunci dari dalam. Upik penasaran. Ia kemudian menuju toilet anak-anak kos. Menggedor-gedor sambil berteriak, tetap tak ada jawaban. Upik sedikit keder. Kemudian, dipanggillah beberapa tetangganya untuk membantu membuka pintu toilet. “Sudah diteriaki beberapa kali, tapi tak ada yang menyahut dari dalam toilet. Makanya saya dan Isun memanggil beberapa warga sekitar, untuk membuka pintu toilet itu,” tambah Upik.
Dan seketika ketika pintu toilet terbuka, Upik, Isun, dan warga yang membantu membuka pintu terbelalak. Di lantai toilet, tergeletak tubuh Jefri Riyanto. Pemuda berusia 20 tahun yang baru 12 hari ngekos di tempat Upik. Tubuhnya lemas, tak bergerak. Di lehernya terjerat tali plastik. Jefri tewas karena gantung diri. “Orang pada kaget saat melihat Jefri sudah dalam kondisi tergeletak dengan badan miring ke kanan, dan sebuah tali ukuran kecil warna putih masih terikat di lehernya,” terang Upik.
Kontan saja, kabar orang gantung diri membuat geger warga Kavling Lama. Puluhan orang datang, termasuk polisi dari Polsek Sagulung yang dinihari itu langsung dihubungi. Warga menduga, tali untuk Jefri menggantung diri kurang kuat sehingga tak mampu menahan berat tubuhnya. Sehingga tali tersebut putus dan korban terjatuh, “Karena talinya kekecilan, makanya korban terjatuh. Karena saat ditemukan korban sudah terbaring di dekat pintu toilet,” ungkap Upik lagi.

Pantauan POSMETRO di lokasi kejadian, toilet tempat Jefri gantung diri berukuran 2,5 meter persegi. Ada sebuah warna ember warna kuning dengan posisi terbalik, sementara sisa tali masih ada di kayu plafon dan kuat dugaan korban mengakhiri hidupnya murni gantung diri.
Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Sagulung, Inspektur Satu Tommy Palayukan mengatakan, korban saat ditemukan sudah tak tergantung lagi, namun tali masih ada melilit di leher korban. Tubuh korban kemudian segera dibawa ke RS BP Kawasan di Sekupang. “Korban meninggal akibat gantung diri,” ujarnya.

Terkait permasalahan korban yang nekat menghabisi nyawanya dengan cara gantung diri, Tommy menambahkan, kuat dugaan korban mengalami masalah ekonomi semasa hidupnya. “Sementara itu saja informasinya, karena saat ini pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Pihak keluarga korban juga belum ada yang datang,” ujarnya. (tommy purniawan)

Pendiam dan Tertutup

Siapa Jeffry Riyanto? Tak banyak informasi tentang pemuda berusia 20 tahun ini. Upik, ibu kos tempat mendiang Jefry tinggal juga tidak banyak tahu tentang pemuda yang baru 12 hari ngekos di tempatnya itu. Jefry dikenal pendiam dan tertutup. Ia juga masih menganggur. “Korban tertutup orangnya, jadi tak tahu masalahnya apa. Kuat dugaan korban meninggal karena tekanan ekonomi, karena korban saat ini masih menganggur,” kata Upik.

Di tempat kos Upik, ada empat kamar. Jefry memilih kamar nomor empat, kamar paling dekat dengan toilet. Sejak tinggal di sana, Jefry nyaris tidak pernah berhubungan dengan tetangga-tetangga kos yang lain, termasuk dengan Upik. Yang Upik tahu, Jefry menganggur, setelah sebelumnya sempat bekerja di kedai nasi. Namun lantaran korban tak tahan bekerja kedai nasi, akhirnya korban keluar dari kerjaan itu. “Cuma empat hari saja korban bekerja di kedai nasi,” tegas Upik.

Upik juga menambahkan, semasa hidupnya korban tidak mempunyai keluarga dekat di Batam. Korban juga tidak pernah membawa atau menceritakan keberadaannya saudaranya kepada Upik, “Kami tak tahu di mana keluarga korban, setahu saya korban ngekost lantaran korban mencari tempat kost. Karena saat itu ada kamar yang kost, makanya korban saya terima,” tambah Upik.(leo)
sumber: posmetrobatam

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *