BNN BEKUK PENGEDAR METKATINONA

[JAKARTA] Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk pengedar narkoba jenis metkatinona di Medan, Sumatera Utara. Dari pengedar yang diketahui berinisial AP (23) itu petugas BNN menyita narkoba jenis metkatinona seberat 28 gram pada Selasa (5/3) lalu. Tersangka yang diketahui masih berstatus mahasiswa itu ditangkap bersama seorang temannya berinisial MA alias JH di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Jalan Air Bersih Gang Kasih, Medan, Sumatera Utara.

“Ini kasus metkatinona pertama yang kita ungkap,” kata Kepala Bagian Humas BNN, Sumirat Dwiyanto usai pemusnahan barang bukti narkoba di Halaman Parkir BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Jumat (22/3).

Sumirat mengatakan, dari pengembangkan kasus ini, BNN kemudian mengamankan tersangka lainnya berinisial SU dan SY yang kedapatan menerima, menyerahkan dan menjadi perantara jual beli narkotika. Dari para tersangka, selain menyita 5,25 gram metkatinona, petugas juga menyita barang bukti lain berupa 16.679 butir atau 3.977,15 gram ekstasi, 102,2 gram sabu, dan 30,5 gram serbuk hijau yang setelah diteliti positif mengandung MDMA.

“Di kediaman AP ini ditemukan berbagai macam narkotika,” kata Sumirat.

Dia menuturkan, pengungkapan kasus bermula pada 4 Maret 2013, saat AP mendapat perintah dari seseorang berinisial YS untuk mengambil barang dari seseorang. Orang suruhan YS kemudian menghubungi AP untuk mengambil barang-barang itu di samping sebuah minimarket di Jalan Sisingamaraja, Medan, Sumatera Utara.

“Setelah barang itu diambil, AP menyimpan plastik yang diketahui berisi sabu di rumah kontrakan temannya sambil menunggu perintah selanjutnya dari YS,” tuturnya.

Sumirat melanjutkan, keesokan harinya, AP yang sedang mengemas sabu ke dalam beberapa plastik dengan berat antara 5 sampai 10 gram itu kedatangan temannya berinisial MA.

“Temannya ini berencana menginap di rumah kontrakan itu. Tidak lama petugas mengamankan dua tersangka, dan dua tersangka lainnya SU dan SY yang ditangkap saat pengembangan kasus ini,” jelas.

Selain memusnahkan barang bukti dari keempat tersangka, barang bukti berupa 533 gram sabu yang dimasukan ke dalam 61 tablet dan diselundupkan dengan cara swallowing atau ditelan juga turut dimusnahkan pada Jumat (22/3).

Para tersangka, kata Sumirat dijerat dengan UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 114 (2), 112 (2), juncto pasal 132 (1) dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun. [F-5]
sumber: suarapembaruan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *