POLDASU SITA ALKES 4 PUSKESMAS DI LABUSEL

Medan-andalas Penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Poldasu menyita sejumlah alat kesehatan dan keluarga berencana rekondisi dari empat Puskesmas di Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) dan menjadikannya sebagai barang bukti, Jumat (22/3).

Penyitaan dilakukan lantaran penyidik mencium ada aroma korupsi dalam pengadaan alat kesehatan tersebut.

Kasubid PID Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan menuturkan alat kesehatan itu disita dari Puskesmas Tanjung Medan, Puskesmas Kota Pinang, Puskesmas Torgamba, dan Puskesmas Langga Payung.

Dalam kasus ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan barang bukti. “Kini, penyidik sedang berkonsentrasi pada pemeriksaan alat bukti berupa 3 unit Refrigerator Centrifuge dan 2 unit Baby Transport termasuk dokumen dan file,” terangnya.

Dikatakannya, selain masih melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti, dokumen, file, dan saksi pihaknya juga telah melakukan ekspose dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumut untuk segera dilakukan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN).

“Eskposenya sudah dilakukan, dokumen-dokumennya sudah diserahkan. Sekarang kita tinggal menunggu hasil perhitungan kerugiannya. Penyidikan itu nanti berangkat dari hasil PKKN,” bebernya.

Dijelaskan Nainggolan, pengadaan alat kesehatan kedokteran dan KB TA 2012 dengan sumber dana dari APBN-TB dengan Dipa Nomor 3230/024-04.4.01/02/2012 tertanggal 22 Mei 2012 sebesar Rp23 miliar itu dinilai melanggar ketentuan perundang-undangan tentang tindak pidana korupsi, Pasal 2 Ayat (1) pasal 3 UU Nomor 31/1999 Jo sebagaimana diubah dan diperbaharui dengan UU Nomor 20/2001 yo pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana karena melakukan pembengkakan harga hingga mencapai Rp10 miliar lebih.

“Berdasarkan nomor Laporan Polisi (LP) LP/197/II/2013/SPKT-II tertanggal 18 Februari dengan calon tersangka Syarulan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan beberapa orang lainnya maka penyidik akan terus mengembangkan siapa saja yang bakal masuk lingkaran korupsi itu, terutama internal Dinas Kesehatannya, karena obyek dan pelakunya berasal dari situ. Jadi, penyidikannya dilakukan dari bawah ke atas,” paparnya.

Sebelumnya, peyidik Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut menemukan alat-alat kesehatan dan KB (Keluarga Berencana) yang diadakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Labuhan Batu, merupakan barang rekondisi.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan pemblokiran rekening bank atas nama JW, JT, TA, dan HR serta menggeledah rumah JT selaku wakil direktur I, sebagai rekanan penyedia barang, berikut termasuk toko JW di Komplek Millenium Indah Blok B-22 di Jalan Setia Luhur, Medan pada tanggal 28 Februari 2013 lalu.
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *