DITANGKAP, DUA OKNUM POLISI KECAM PIMPINANNYA

Kabanjahe-andalas Sejumlah petugas Polres Karo menangkap dua oknum polisi serta tiga warga sipil di Jalan Letnan Rata Perangin-angin, Kabanjahe, Selasa (19/3).

Penangkapan dipimpin langsung Waka Polres Karo Kompol D Aruan beserta Kasat Intel Polres Karo Dakhi, Kasi Propam Polres Karo Fredly. Kericuhan di Mapolres Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, sempat mewarnai proses penangkapan itu.

Tiga hari kemudian (Kamis, 21/3), dua oknum Polres Karo yang ditangkap karena tuduhan terlibat kasus perjudian, Bripka Hesron Barus dan Briptu Hasmion Sembiring mengamuk.

Keduanya mengaku merasa terzolimi dengan pengondisian penangkapan mereka. Saat keduanya mengamuk sehingga menimbulkan kericuhan, gerbang Mapolres Karo dijaga ketat personel Polres Karo. Wartawan dilarang masuk melihat dan mengabadikan kejadian tersebut.

Saat dibawa ke ruangan Propam Polres Karo, Hesron Barus sempat menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya dan rekan serta tiga warga sipil yang ditangkap adalah pengondisian oleh Kapolres Karo atas suruhan oknum tertentu yang saat ini mendekam di Rutan Kabanjahe terkait kasus penganiayaan wartawan, John Junaidy Ginting.

“Waka itu kan saudaranya Gurning Group, bandar togel besar yang ada di sini. Rumah mereka di Simalingkar pun berdekatan. Jadi secara tidak langsung kami sengaja diamankan. Bahkan saat ini kami siap untuk berhenti jadi polisi. Karena sudah terlalu banyak yang kami perbuat untuk memperbaiki kondisi Kabupaten Karo, sehingga kami dibenci oleh anak dan istri. Namun demi tugas kami ikhlas. Tapi inilah balasan yang kami dapat dari pimpinan kami,” ujar Hesron Barus diamini Hasmion Sembiring.

Hesron Barus juga menyampaikan bahwa dirinya menuding Waka Polres Karo menerima suap dari bandar togel tersebut. Karena saat Waka Polres pertama bertugas di Karo, Usdeg Gurning telah berkoar-koar menyatakan bahwa Waka adalah orangnya. Selain itu, Waka juga tetangga dengan Usdeg Gurning di Simalingkar.

Selain mengungkap dugaan keterlibatan Waka, Hesron Barus juga menuding Kapolres Karo AKBP Marcelino Sampouw SH SIK MT pernah memberikan perintah untuk mengamankan setiap orang yang dekat dengan Bupati Karo. Hal tersebut terjadi saat penangkapan terhadap salah seorang wartawan media cetak yakni Kornelius Depari beberapa waktu lalu.

Ironisnya, atas ‘nyanyian’ Hesron dan Hasmion, mereka mengungkapkan bahwa Kapolres Karo juga memerintahkan mereka untuk mengondisikan agar wartawan salah satu media cetak terbitan Medan yakni Sempurna Pasaribu dan Ketua LSM Panji Demokrasi Chici Ardy agar dijebak dengan sabu-sabu dan ditangkap oleh Polres Karo terkait getolnya menyoroti judi togel di Karo.

“Kita bisa hadirkan saksi, siapa yang telah memasukkan ganja ke dalam mobil milik wartawan tersebut. Hanya saja keamanan jiwanya bisa terjamin. Kapolres juga memerintahkan kami untuk menjebak Sempurna Pasaribu dan Chici Ardy dengan sabu-sabu agar bisa ditangkap,” kesal Hesron.

Berselang beberapa waktu, kedua oknnum polisi tersebut dipertemukan dengan Waka Polres di ruangan SPK. Keributan kembali terjadi. Perang mulut dengan orang nomor dua di institusi ini tak terelakkan.

Terlihat Ayah Hesron Barus yang juga personel Polres Briptu Sukirman Barus menyatakan rasa kecewanya dengan penangkapan anaknya tersebut. Karena kesal dirinya sempat memukul kepalanya sendiri dengan sangkur komando miliknya, hingga darah terlihat terkucur dari kepala ayah Hesron tersebut.

Hal senada disampaikan Hasmion Sembiring, yang menyatakan bila dirinya juga siap diberhentikan kapan saja. Karena dirinya kerap kali dizolimi oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan.

Sementara itu Kapolres Karo AKBP Marcelino Sampow yang dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya membantah bahwa dirinya mengondisikan penangkapan tersebut.(LS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *