POLISI SELIDIKI KAITAN ORMAS DENGAN PENYERANGAN KANTOR TEMPO

Aparat kepolisian telah menangkap enam dari sembilan pelaku yang terekam CCTV terkait peristiwa pengerusakan kantor Tempo di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (15/3) malam. Saat pengerusakan, salah satu pelaku menyebut mereka berasal dari salah satu organisasi masyarakat (ormas).

Kasat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan mengatakan pihaknya akan menyelidiki terkait keterlibatan ormas tersebut.

“Memang saat kejadian, para pelaku sedang nongkrong di pos keramat hitam yang diketahui merupakan Korwil Haji Sholeh. Diduga itu pos FBR,” ujar Herry, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/3).

Terkait hal itu, lanjut Herry, pihaknya tidak akan tebang pilih. “Siapapun mereka, kalau benar dari FBR atau dari mana, kalau melanggar hukum ya akan ditindak. Tapi ini masih diselidiki dulu,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, awal peristiwa terjadi saat wartawan Tempo sedang nongkrong di depan kantor, Jumat (15/3) malam. Saat itulah mereka merasa ada yang menendang tembok. Sempat terjadi adu mulut. Sekitar lima menit kemudian gerombolan pemuda ini balik lagi. Mereka menantang sambil mengacung-acungkan senjata tajam. Mereka juga menghancurkan kaca depan kantor.

Suasana sempat mencekam karena serangan ini. Setelah merusak, para penyerang meninggalkan Gedung Tempo. Namun diduga serangan ini tak ada kaitannya dengan pemberitaan media tersebut.
sumber: merdeka

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *