SUDAH DIPERKOSA, MELAHIRKAN, DITINGGAL KAWIN

BAHOROK-PM : Hamil setelah diberi obat perangsang dan diperkosa, janin di kandungan malah disuruh gugurkan. Ironisnya, setelah pelaku diciduk, polisi malah melepasnya dengan dalih kasus kedaluarsa. Alamak!

Itulah nasib De (19) warga Desa Batu Jongjong, Kec. Bahorok. Pelaku berinisial Sa (25), tetangganya. Ditemani orangtuanya pasca melahirkan lewat operasi sesar di RS Artha Medica Jl. Samanhudi, Kel. Satria, Kec. Binjai Kota, De mengadu pada kru koran ini, kemarin (22/2). Menurut wanita cantik berkulit putih ini, dia kenalan dengan Sa saat baru 2 tahun menetap bersama kakeknya di dekat rumah De. “Rumah orangtuanya nggak di kampung kami, katanya di Lubuk Pakam. Dia tinggal sama kakeknya,” jelas De. “Baru sekitar enam bulanan gitu aku kenal sama dia. Pertama kali kenalan di acara pesta gitu,” ingatnya. Singkatnya, Sa menyatakan cinta.

“Dia menyatakan rasa sukanya kepadaku akhir bulan satu (tahun 2012 lalu,red),” sebutnya. Karena perangai Sa selama tinggal bersama kakeknya dikenal tak baik dan tidak memiliki pekerjaan jelas, De menolak. Penolakan tersebut, tidak membuat pelaku merasa memyerah, selang beberapa minggu sekitar bulan Februari, pelaku kembali mengutarakan perasaanya kepada De, lagi-lagi peryataan itu ditolak. “Orangnya kasar bang, selain itu tidak pernah manut sama orangtua. Lagian aku memang gak suka sama dia. Makannya ku tolak saat dia bilang suka sama aku dan ingin menjadi pacarku,” terangnya. Penolakan itu ternyata membuat Sa dendam dan sengaja ingin menghancurkannya.

“Aku pikir dia mau terima dengan pernyataan aku dan hanya menganggapku sahabat saja. Tak tahunya seperti ini kelakuannya kepadaku,” ungkap anak ketiga dari empat bersaudara ini. Ceritanya, sekitar Juni tahun lalu, Sa mendatangi rumah De sembari bawa semangka. Awalnya, De menolak kedatangan pria yang sudah berulangkali cintanya ditolak itu. Maklum, hanya De sendiri yang ada di rumah. Keluarganya tengah menghadiri pesta ke rumah famili. “Dia datang sekitar jam 9 malam gitu sambil bawa semangka. Karena, nggak ada orang awalnya aku menolaknya masuk ke dalam. Tapi dia bilang sebentar aja dan langsung masuk ke dalam rumah,” ujarnya. Sa lalu menjalankan niatnya. Dia meminta De memakan semangka yang dibawanya.

“Aku cuma makan dikit, lalu kepalaku pusing dan aku nggak tahu lagi apa yang terjadi. Rasanya, aku yang tadinya merasa tidak suka melihatnya, malam itu aku menjadi suka gitu,” cetusnya. Bahkan, sekitar pukul 10 malam, korban kemudian diantarkan ke rumah familinya yang pesta. Di sana kondisinya masih pusing, hingga akhirnya korban memutuskan untuk tidur di sana. Selang tiga minggu usai pertemuan tersebut, korban merasa heran dengan kondisi tubuhnya. Sebab, sudah 3 minggu telat datang bulan.  Curiga, dia memeriksakannya ke dokter. Hasilnya mengejutkan. De dinyatakan hamil. Jelas De takut menceritakan pada orangtuanya. De lalu menemui Sa dan minta pertanggungjawaban karena seingat De, Sa adalah pria yang pernah bersamanya pada malam dimana keluarganya pergi pesta. “Setelah sadar, ternyata aku telah digituinnya malam itu. Dan itu pun diakuinya sama aku dan aku disuruh mengugurkan kandunganku ini,” kata dia.

Nah, perubahan sikap De akhirnya menguak aib yang disimpan itu. Setelah dicari tahu selama tiga bulan, akhirnnya dirinnya mengakui kalau ia tengah berbadan dua. “Itupun, anak kami mengatakan kalau dirinnya berbadan dua setelah 3 kawannya laki-laki mengatakan kepada kami. Hal itu mereka ketahui setelah Sa cerita dengan mereka,” cetus ibu De, yang setia menemani anaknya. Merekapun mendatangi Sa dan dalam pertemuan keluarga yang dihadiri kadus, Sa mengaku akan bertanggungjawab. Namun, setelah ditunggu berbulan-bulan, Samalah mau lepas tanggungjawab dan menikah dengan wanita lain. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Langkat.

Sialnya, setelah Sa diamankannya, polisi malah kembali melepaskannya dengan mengatakan kalau kasusnya sudah kedaluarsa. “Kami juga heran, kenapa pelaku yang sudah diamankan malah dilepas lagi. Saat kami tanya sama polisi, katanya kasus kami sudah kedaluasa. Kami lama membuat laporan karena kami sedang menunggu keputusan dari Sa yang katannya mau menikahi anak kami. Tapi karena ia lepas tangungjawab, makanya kami buat laporan,” kesal ibu De. Kanit PPA Polres Langkat Iptu Agus Ginting mengaku kasus itu memang sudah kedaluarsa sehingga tidak bisa dilanjutkan ke jalur hukum. “Saya sudah jelaskan kepada pihak keluarga soal ini. Waktu diterangkan mengaku sudah mengerti, tapi kok masih tetap tidak percaya begini,” tegasnya, kemarin (22/2).

Dijelaskan Agus, kasus cabul ini hanya delik aduan. Atau artinya, pihak korban yang membuat pengaduan. “Sementara dalam pasal 293, kasus ini tidak dapat dilanjutkan karena sudah kedaluarsa,” jelasnya. Lebih jauh dikatakan Agus, setiap kasus cabul dalam aturan paling lama 6 bulan setelah kejadian harus dilaporkan. “Kasus ini kalau saya tidak silaf terjadi Maret 2012. Mereka buat pengaduan Januari 2013. Kalaupun ini dilanjutkan, malah saya yang kasus. Karena menahan orang yang tidak bisa ditahan,” terangnya. Disampaikan pihak korban dan tersangka sudah membuat surat kesepakatan untuk menikah, Agus tetap mengaku tidak dapat melanjutkan perkara tersebut. “Ini bukan kasus pencurian dan kekerasan. Bahkan kalau kita bilang cabul, korban sudah tidak di bawah umur,” pungkasnya, seraya mengaku surat kesepakatan itu tanpa diketahui polisi.

“Kalau kita alihkan ke perzinahan, yang melaporkan kasus ini bukan korban. Tetapi pihak lain yang merasa keberatan. Hanya saja, korban mau tak mau harus ikut atau terseret dalam kasus ini sebagai tersangka,” jelasnya lagi dan membantah kalau bermain dalam kasus ini.(bam/dn/deo).
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

1 Response to SUDAH DIPERKOSA, MELAHIRKAN, DITINGGAL KAWIN

  1. Pingback: albinos a +

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *