SK BELUM KELUAR, BENIH PADI SUBSIDI BELUM DIPASARKAN

MedanBisnis – Medan. Produksi padi Sumatera Utara (Sumut) tahun ini diperkirakan mengalami penurunan akibat Surat Keputusan (SK) Kementerian Pertanian (Kementan) soal benih subsidi sebagai pengganti Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) yang mulai tahun ini ditiadakan, belum keluar. Petani terpaksa menggunakan benih seadanya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumut, John A Sinaga, kepada MedanBisnis, Selasa (19/2) di Medan, mengatakan, tahun ini Sumut menargetkan produksi padi sebesar 3,8 juta ton atau lebih tinggi dari  tahun sebelumnya sebesar 3,7 juta ton. “Pencapaian target produksi bisa terganggu karena sampai sekarang kita masih terkendala penyaluran benih padi kepada petani,” katanya.

Sesuai keputusan pemerintah, kata dia, mulai 2013, BLBU ditiadakan. Sebagai penggantinya, pemerintah memberikan subsidi terhadap harga benih padi. Dengan demikian, petani membeli dengan harga tertentu. “Jadi tahun ini berbeda dengan tahun lalu, kalau dulu petani mendapatkan benih gratis, sekarang petani dikenai biaya untuk mendapatkan benih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, benih yang disubsidi pemerintah, baik hibrida maupun non hibrida, untuk benih padi sebanyak 4.000 ton, jagung 1.500 ton, dan kedelai 1.000 ton. Namun, yang menjadi kendala saat ini, Surat Keputusan (SK) dari Kementrian Pertanian mengenai besaran harga yang harus dibayar petani belum keluar.

Akibatnya, produsen penyalur benih belum berani menyalurkan benih tersebut ke petani. “Ini tidak hanya di Sumut saja, di seluruh Indonesia  juga mengalami masalah yang sama,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjut dia, sangat disayangkan mengingat di beberapa  daerah, khususnya di sentra produksi padi Sumut, seperti di Serdang Bedagai, Deli Serdang, Simalungun, dan Langkat, sudah memasuki musim tanam. “Karena benih unggul belum disalurkan, saat ini petani terpaksa menggunakan benih seadanya,” katanya.

Ia mengharapkan agar persoalan benih subsidi bisa segera diselesaikan agar target produksi padi Sumut bisa diselamatkan. “Tahun 2012, target produksi kita sebesar 3,7 juta ton tercapai, bahkan lebih tinggi sekira empat persen,” ungkapnya.

Sebelumnya, General Manager Kantor Regional IV PT Sang Hyang Seri (SHS) selaku produsen benih, Supriyono, mengatakan, saat ini permintaan benih padi oleh petani di Sumut mulai tinggi. Namun, pihaknya belum berani mendistribusikan benih subsidi karena SK dari Kementan belum keluar.

“Jadi, kami menjual benih padi dengan harga komersil, berkisar yakni Rp 8.250 per kg untuk benih padi in hibrida. Sementara harga benih padi subsidi diperkirakan Rp 2.150 per kg di tingkat petani. Angka ini mengalami penurunan dibanding harga subsidi tahun lalu yang mencapai Rp 6.800 per kg,” jelas Supriyono.(ant/dewantoro).
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *