PELAKU PERAMPOKAN DI MEDAN BERASAL DARI ACEH

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kapolda Sumut,  Irjen Wisnu Amat Sastro, mengatakan tujuh orang pelaku perampokan di Jalan Gatot Subroto Medan, termasuk pintar. Hal itu dikarenakan mereka (para pelaku), beraksi pada hari Sabtu, yang notabene keadaan sedang sepi. Demikian disampaikannya saat menggelar jumpa pers, bertempat di Polresta Medan, Sabtu (23/2), sekitar pukul 16.30 WIB.

Hari itu juga terbongkar, pelaku perampokan tidak hanya tujuh tetapi 10. Di mana tiga pelaku diantaranya melakukan pengamatan (menggambar) dari luar lokasi perampokan. Sementara tujuh orang lainnya, masuk ke dalam rumah korban. Pelaku juga katanya seluruhnya berasal dari kawasan Banda Aceh.

“Dan semua pelaku dari tetangga sebelah (Banda Aceh). Tujuh orang kita lumpuhkan dengan cara ditembak di kaki karena melawan dan tiga orang penggambar sudah kami amankan. Kami juga menghimbau masyarakat tetap hati-hati. Insyallah dalam waktu dekat kami akan terus melakukan pengembangan terkait kasus ini,” ujarnya.

Adapun barang bukti yang diamankan hari itu antara lain, dua unit miniatur senpi dan satu unit airsoftgun (ketiganya jenis pistol). Selain itu ada juga empat pisau dan lima topi berwarna merah serta beberapa masker yang diduga kerap dipakai pelaku tak kala menjalankan aksinya.

Sementara barang-barang korban yang berhasil dirampas dijelaskan Wisnu bernilai sekitar Rp 200 jutaan, mulai dari benda-benda dan uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu dan puluhan lembar pecahan dollar Singapura.

Sambungnya, pihak kepolisian sebenarnya sudah melakukan pemonitoran satu minggu yang lalu terhadap pergerakan para perampok. Tetapi, sasarannya bukanlah tailor, melainkan distribusor pulsa handphone yang memiliki omset per hari milyaran.

“Kami tunggu-tunggu ternyata kelompok ini pecah. Kemungkinan mereka juga tau kita sudah siap. Sejak itu kami siapkan personel Brimob dan tadi pagi mereka masuk ke toko kain. Pintar juga, mereka masuk pada saat Sabtu sepi. Begitu keluar dan teman-teman mau nangkap mereka lari keatas dan sempat buang tembakan,” urainya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Medan, Yoris Marzuki, saat dikonfirmasi via selulernya juga membenarkan bahwa barang bukti yang mereka sita dari tangan pelaku dua diantaranya senpi miniatur dan satu airsoftgun. Di mana pada saat penangkapan pelaku sempat melakukan perlawanan dengan menodongkan senjata tajam ke petugas.

“Mereka sempat menodongkan senjata dan melawan dengan pisau. Mereka ditangkap ketika mau keluar rumah dan kita paksa masuk ke rumah lagi. Ini kita mau ke TKP lagi untuk pastikan kronologisnya. Anggota tidak ada luka dan pelaku sempat mau menganiaya korban lagi,” urainya.

Tak jauh berbeda dengan pimpinannya, Yoris pun membenarkan bahwa perampokan ini sebenarnya sudah direncanakan satu minggu yang lalu oleh para pelaku. Dengan demikian, para pelaku diancam terkena pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

“Mereka dijerat dengan pasal 365 dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Untuk perkembangannya kita akan terus periksa tiga pelaku (penggambar) dan tujuh orang pelaku sedang dirawat di RS Brimob. Ini memang perampok antar provinsi karena mereka semua berasal dari Aceh,” urainya saat ditanya sudah berapa kali pelaku melakukan perampokan di Medan.

Namun, pihaknya dipastikan harus bekerja keras untuk menangkap pelaku-pelaku lainnya. Dikarenakan diduga masih ada satu kelompok lain akan beraksi. “Masih dikembangkan, ada satu kelompok lagi yang kita intai,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, hari itu.

Seperti diberitakan hari itu, polisi melumpuhkan tujug pelaku perampokan di ruko penjahit Dunia International Taylor, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sabtu pagi.
Ketujuh pelaku berasal dari Aceh, masing-masing Sajudin (45), Yadi (32), Heru Pinem (23), Suib Muzakir (37), Puji Adi (28), Ance Mahendra als Victor (31), Hamdani Ismail als Abu (43).

Wisjnu hari itu memaparkan, selain melumpuhkan tujuh pelaku ini, polisi juga menangkap tiga orang lainnya di lokasi perampokan. Ketiganya ditengarai melakukan pengintaian sebelum kelompok ini beraksi. Dalam aksinya, kelompok ini biasanya menggunakan topi merah.

Namun, Wisjnu menjelaskan mereka masih mendalami aksi perampokan lain yang pernah dilakukan kelompok ini. Kata Wisjnu, ke-10 pelaku berhasil ditangkap dan dilumpuhkan setelah polisi melakukan pengintaian selama sepekan.

Sebelumnya, polisi mendapat informasi kelompok ini berencana merampok distributor pulsa di Medan. Namun saat itu kelompok tersebut menghindar dan terbagi.

Saat para pelaku beraksi di dalam ruko dan mengikat  pemilik rumah, Syahril (56) dan istrinya Misluna (54) di kamar mandi, tim Satreskrim Polresta Medan menyergap. “Teman-teman  menggerebek,  setelah diberi tembakan peringatan, para pelaku lari ke atas. Semua dilumpukan di kaki,” kata Wisjnu.

Setelah diringkus, para dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut, yang dikenal dengan RS Brimob, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, untuk mendapat perawatan. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti 1 unit mobil Xenia silver BK 1045 ZB, sepucuk senjata airsoft gun, dua pucuk replika senjata api, empat bilah parang, palu, tiga unit hp, dan sejumlah topi merah yang digunakan pelaku dalam beraksi.

Polisi juga mengamankan sejumlah uang, termasuk dalam pecahan dolar Singapura, sembilan bentuk jam tangan, Empat kotak perhiasan plus tiga bentuk gelang, satu unit laptop Acer, satu eksemplar BPKB sepeda motor, satu unit kamera digital.”Totalnya sekitar Rp200 jutaan,” jelas Wisjnu.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *