MOTIF DENDAM, SHELLO DIBUNUH TETANGGA

MEDAN – Hingga siang ini, ibu rumah tangga Santi Magdalena Manurung (40) tersangka pembunuhan Shello Alpiano Nababan, balita berusia 4 tahun warga Gang Motung Dusun VII Desa Pagar Jati Kecamatan Lubuk Pakam, terus diperiksa petugas kepolisian secara intensif.

Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patria Negara mengatakan kepada wartawan, pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus ini. Apakah ada keterlibatan suami tersangka inisial AS apa tidak. “Penyidik masih memeriksa secara intensif pasangan suami isteri. Diduga kuat keduanya merupakan pelaku penculikan dan pembunuhan terhadap Shello Nababan,” kata Dicky.

Sementara motif kejadian itu, masih kata Dicky, dalam pendalaman penyidik dan diduga akibat dendam antara pelaku dengan orangtua korban.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait dalam aksi penculikan dan pembunuhan. Barang yang disita yaitu handphone, kardus yang ada bercak darahnya, dan satu unit sepeda motor Revo BK 3700 MX.

Sebelumnya, Shello dikabarkan hilang pada Senin, 17 Februari lalu saat bermain hujan bersama tiga temannya, namun setelah itu korban tidak pulang. Tidak berapa lama kemudian, pelaku mengirim SMS bahwa Shello menjadi korban penculikan.

Kepada orangtua korban, pelaku meminta uang tebusan sebanyak Rp2 miliar dan mengancaman bila uang tidak diberikan, maka Selow tidak akan selamat.

Korban yang merupakan anak dari Sahar Nababan dan Kasma Br Manurung kemudian ditemukan tewas pada Selasa, 19 Februari lalu sekira pukul 22.00 Wib di dalam karung goni dalam kondisi telanjang di dekat rumahnya. Mayat korban ditemukan dengan bantuan anjing pelacak Polda Sumut.

Berdasarkan hasil forensik, korban meninggal disebabkan hantaman benda tumpul di bagian kepala dan badan. Selain itu, di bagian leher terdapat bekas jeratan.

Keluarga Shello Nababan mengaku senang dengan tertangkapnya penculik dan pembunuh balita berusia empat tahun itu. Keluarga meminta pelaku diganjar dengan hukuman berat.

“Saya sangat senang. Kalau boleh mereka juga dihukum mati kalau perlu ditembak saja,” kata Ibu Shello, Kasma Manurung, hari ini.

Kasma mengaku, dirinya pernah bermasalah dengan Santi Magdalena, yang juga tersangka dalam kasus penculikan dan pembunuhan itu. “Iya, saya pernah bermasalah dengan Santi,” tuturnya.

Permasalahan berawal, saat dirinya yang menganggap Santi seperti saudara sendiri untuk memperhatikan anaknya. Tanpa disangka, Santi tidak terima dan merasa sakit hati. “Dia sakit hati saya nasihati, makanya dendam dan membunuh Selo,” ucap Kasmah.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *