KEJATISU BIDIK PEJABAT TERAS PEMPROVSU

MEDAN – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) membidik sejumlah pejabat teras di Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara terkait keterlibatan dugaan kasus korupsi penyaluran Dana Bansos T.A 2009 hingga 2011.

“Proses penyidikan penyaluran dana bansos masih berlanjut dan tidak sampai hanya pada 12 tersangka saja. Kita akan mengejar siapa lagi bosnya di Pemprovsu yang bermain dalam penyaluran dana bansos ini. Memang dari awal kita lebih fokus ke Pemprovsu pada penuntasan kasus ini,” kata Kasipenkum Kejatisu, Marcos Simaremare di Medan, hari ini.

Ia menyatakan tidak menutup kemungkinan siapa pun yang terlibat akan diusut namun ia juga menolak menyebutkan nama karena masih dalam proses penyidikan. “Siapa pun yang terlibat pasti akan kita kejar,” tukasnya.

Saat ini pihaknya masih menunggu dan menganalisa keterangan saksi yang tertulis di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) serta semua fakta persidangan yang terungkap di pengadilan.”Ini akan didalami terus, dan nantinya akan terungkap terus kemana siapa saja yang menerima aluran dana tersebut, selain fakta BAP kita juga akan mencari fakta yang terungkap dipersidangan,” ujar Marcos.

Namun, menurut Mracos pihaknya belum dapat menyampaikan siapa bakal calon tersangka baru, selain 12 tersangka yang telah diproses sebelumnya. “Untuk saat ini belum dilakukan karena menunggu perkembangan. Dalam fakata bersidangan kan terungkap fakta baru. Ini akan didalami terus, dan nantinya akan terungkap terus kemana siapa saja yang menerima aluran dana. Kita juga akan mengkaitkan beberapa nama sebagai penghubung, ikut serta, dengan bukti yang ada,” katanya.

Dari informasi sebelumnya, penyidik Kejatisu telah menetapkan 12 tersangka dalam perkara korupsi dana bansos Pemprovsu Tahun Anggaran 2009,2010,2011, yakni staf di Biro Keuangan Pemprov Raja Anita, mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Biro Umum Pemprov Sumut Lisanudin (tersangka korupsi dana bansos 2010), Kepala Biro Binkemsos Sakhira Zandi, Kepala Biro Perekonomian Bangun Oloan Harahap, dan Bendahara Bansos Biro Binkemsos Ahmad Faisal. Bendahara Bansos Biro Perekonomian Ummi Kalsum.

Bendahara Biro Umum Aminuddin, Bendahara Bansos Biro Umum Subandi (tersangka korupsi dana bansos 2011). Dan korupsi dana Bansos 2009, yakni Bendahara Bansos Biro Binkemsos Syawaluddin , dan Penerima serta calo bansos, Adi Sucipto masih tahap tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan.

Sementara itu, dua tersangka yang baru ditetapkan Kejati Sumut beberapa waktu yang lalu yakni pemilik yayasaan dan calo bansos, Imam Soleh Ritonga dan pemilik yayasan dan juga calo bansos Aidil Agus. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menetapkan Bendahara Bansos Biro Umum Subandi tersangka korupsi dana bansos 2011 telah diputus 2 tahun 6 bulan kurungan.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *