JALUR PANYABUNGAN – NATAL PUTUS TOTAL

PANYABUNGAN (Waspada): Hubungan lalu lintas kota Panyabungan menuju kawasan Pantai Barat, Natal, Kab. Mandailing Natal, putus total, Rabu (20/2) pagi. Putusnya hubungan tersebut akibat material tanah longsor beserta kayu-kayuan menutupi badan jalan provinsi itu, tepatnya di kawasan air minum/ kawasan putaran yang jaraknya tidak jauh dari Desa Tano Bato, Kec. Panyabungan Selatan.

Meski tidak ada korban jiwa, namun ratusan kendaraan yang melintas dari arah Panyabungan menuju Natal maupun sebaliknya terperangkap selama berjam-jam.

Ada tujuh kecamatan di kawasan Pantai Barat, yakni Kec. Batang Natal, Lingga Bayu, Ranto Baek, Natal, Sinunukan, Batahan dan Muara Batang Gadis.

Informasi dihimpun Waspada, bencana alam tanah longsor terjadi pukul 06.00,b setelah hujan deras terus mengguyur daerah tersebut sejak Selasa (19/2) sore.

Beberapa warga yang terperangkap terpaksa berjalan kaki mengangkut barang-barang mereka untuk melintasi bongkahan tanah dan kayu-kayuan. Sejumlah pengendara sepeda motor juga nekat menerobos longsor dengan dibantu dorong oleh warga sekitar.

“Batang kayu serta tanah longsor yang menutupi badan jalan provinsi itu cukup tinggi, sehingga harus dibersihkan memakai alat berat. Kami sudah terjebak longsor itu sejak dua jam tadi, harusnya sekarang kami sudah sampai ke Padangsidimpuan,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor ketika ditemui di sekitar lokasi longsor.

Untuk membersihkan batang-batang kayu dan tanah longsor dari badan jalan provinsi itu, pihak Dinas PU Bina Marga Sumut melalui UPTD Kotanopan berkerjasama dengan Dinas PU Madina sudah menurunkan alat berat ke lokasi.

“Alat berat berupa beko sudah bekerja di lokasi untuk membersihkan material tanah longsor ,” kata Saib Harahap Kepala UPTD Bina Marga Kotanopan.(a28)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *