CUCU PEMBUNUH, NYERAH DITEROR ARWAH HAJJAH KAYA

MEDAN-PM : Saat jenazah Hj. Halimah (80) ditemukan dengan kondisi mulut dilakban, tangan dan kaki terikat di rumahnya, Minggu (18/2) sore lalu. Sebenarnya Randa Timo (26)  sempat dicurigai polisi. Itu karena dia kabur dengan meminjam kereta Yamaha Vega R milik adik kandungnya bernama Rio. Randa berangkat ke kawasan Tandem, Binjai. Di sana dia menginap satu malam. Bermodal kereta, Randa menjual motor itu dengan harga Rp 1,3 juta.

Nah, hasil penjualan kereta itu dibawanya guna menemui uwaknya, Sumin untuk menceritakan perbuatan yang dilakukannya. Pria yang dikenal mengenal narkoba (kecanduan sabu) sejak 3 bulan lalu ini disuruh menyerahkan diri, namun Randa menolak. Dengan berbekal uang penjualan kereta, Selasa (19/2) lalu Randa berangkat menuju Aceh. Dalam perjalanan menumpang bus dia dihantui rasa ketakutan dan kecemasan. Randa bermimpi nenek yang telah dibunuhnya. Dalam mimpi itu, sang nenek yang berkursi roda terlihat mendatangi istri Randa yang sedang melahirkan.

“Waktu aku perjalanan ke Aceh sempat mimpi nenek, aku takut kali, mau menyerahkan diri aku tidak berani,” kata Randa di kantor polisi. Akhirnya, Randa tiba di Aceh pada Rabu (20/2) lalu. Dia menginap di rumah bapak angkatnya, Yusuf. Setiba di rumah bapak angkatnya, Randa mengaku ingin bekerja dan menumpang untuk tinggal sementara. Ternyata pelariannya dienduskan polisi Polres Pelabuhan Belawan. Kamis (21/2) malamnya, ketika lagi asyik duduk di depan rumah Yusuf, Randa langsung diciduk polisi. “Aku menyesal kali, aku tidak ada niat membunuh, aku hanya ingin mengambil harta nenek dan rencananya kalau banyak aku dapat mau kabur jauh untuk buka usaha,” kata Randa penuh rasa penyesalan.

Beriringan ditangakapnya Randa, polisi juga menangkap kedua teman pelaku yang ikut serta berperan mengantarkan para pelaku melakuka ekseskui diantara, Rajalai dan Pandi langsung diboyong ke Mapolres Pelabuhan Belawan. Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto mengatakan, pelaku sejak awal kejadian sudah terlacak keberadaannya, pihaknya terus melakukan pengejaran hingga pelaku dapat ditangkap di kawasan Aceh. “Pelaku merupakan otak pembunuhan dan perampokan terhadap neneknya, untuk dua pelaku yang belum ditangkap masih dalam pengejaran karena keberadaanya sedang kita kembangkan,” katanya didampingi Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Riza Fahlevi.

Dari tangan pelaku diperoleh barang bukti gelang, cincin dan perhiasan kuningan milik korban dan sisa uang yang telah digunakan pelaku. “Dalam kasus ini pelaku kita jerat pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” ungkap Endro dihadapan pejabat Polres Pelabuhan Belawan. Pembunuhan secara sadis dilakukan oleh Randa Tino membuat salah satu anak dari alamarhum, Halim ketika menyaksikan pelaku digelar usai ditangkap tampak emosi terhadap keponakan anak dari abang kandungnya. “Kau rupanya ya, tega kau buat mamak aku mati,” kesal Halim di Polres Pelabuhan Belawan. Pria yang sangat menyayangi alamarhum ini pun dapat ditenangkan oleh pihak kepolisian. Setelah mengendalikan emosinya, Halim mengaku harta orang tuanya berupa emas seberat 600 gram dan uang Rp 12.300.000 hilang. “Tidak mungkin mereka mengambil uang cuma satu juta tiga ratus ribu, karena uang dan emas mamak aku banyak disimpan dirumah,”kata Halim. Dikatakan Halim, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah berhasil menangkap pelaku pembunuh mamaknya. Harapannya, pelaku dapat dihukum mati. “Nyawa harus dibayar nyawa, hukuman mati pantas untuk dia itu,” kesal Halim usai melihat pelaku. Randa sendiri mengaku nekat membunuh karena tergiur harta neneknya. Setelah membunuh, dari Binjai dia melarikan diri ke Bireuen. Ia sendiri ditangkap setelah melakukan pengembangan dan menangkap dua tersangka lainnya. (ril/deo).
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to CUCU PEMBUNUH, NYERAH DITEROR ARWAH HAJJAH KAYA

  1. Pingback: buy dmt online europe

  2. Pingback: track mobile number call details

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *