AWAS! PENIPUAN LOWONGAN PETRONAS VIA SMS MARAK

MEDAN-PM : Harapan Rizaldy Khair (24) bekerja di sebuah perusahaan besar,pupus sudah. Sebaliknya, uang Rp 3 juta milik warga Jl. Pringgan Dusun III, Kec. Batang Kuis ini yang lewong. Dosen LP3I itu tertipu oleh penyedia lowongan yang mengatasnamakan PT. Petronas Niaga Indonesia. Tak terima, uangnya raib begitu saja, Kamis (21/2) siang, Khair akhirnya melaporkan kasus itu ke Polresta Medan dengan bukti No. STTLP/479/K/II/2013/RESTA MEDAN. Saat ditemui kru koran ini,  Khair berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Menurut Khair, kejadian itu berawal saat ia menerima pesan singkat (SMS) dari nomor HP 085353910xxx berisikan lowongan di PT. Petronas Niaga Indonesia. “Pertama ada SMS masuk, terima lowongan kerja,” ucapnya membuka pembicaraan. Menerima pesan itu, Khair pun mengadu nasib dengan mengirimkan lamaran via email ke petronas.niaga@mail.com. “Saya pun kirim surat lamaran ke perusahaan itu, dan tiba-tiba masuk SMS lagi, saya disuruh kembali mengecek email saya,” sambungnya. Begitu membuka email, Khair langsung kegirangan karena ia dinyatakan lulus tes, bersama 20 pelamar lainnya.

“Karena lulus, saya disuruh datang ke Jakarta untuk mengikuti testing,” katanya saat di ruang Jahtanras Polresta Medan. Namun, dalam email tersebut, pria berambut ikal itu diarahkan tuk membeli tiket pesawat dan penginapan melalui jasa Cahaya Tour dan Travel. Sesuai petunjuk, Khair pun dihubungi oleh pihak Cahaya Tour bernama Ilham Sujana. “Pihak travel hubungi saya, namanya Ilham Sujana. Dia minta untuk mengirimkan uang untuk biaya tiket dan akomodasi lainnya sebesar Rp 2 juta. Katanya nanti sampai di Jakarta dikembalikan uangnya,” jelasnya. Merasa percaya, pria bekulit hitam manis inipun mengirimkan uang tersebut melalui ATM Bank BNI Jl. Darussalam, Rabu (20/2) pagi.

Akan tetapi, pihak Cahaya Tour mengaku tidak ada menerima uang tersebut dan menyarankan korban mengirimkan kembali uang sebanyak Rp 1 juta. “Dibilangnya belum masuk, saya kirim lagi Rp 1 juta. Belum masuk juga katanya, malah saya dibilangnya pembohong,” ucapnya. Merasa dirinya ditipu, Khair pun mencoba membuka situs resmi Petronas, namun di sana ia tak menemukan penerimaan iklan penerimaan karyawan. Kesal telah ditipu, pria bertubuh tambun ini pun memilih membuat pengaduan ke Polresta Medan. “Taunya saya ditipu, saya lihat di internet. Nggak ada rupanya buka lowongan pekerjaan,” tandasnya. (eza/deo).
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *