ANGGOTA DPRK DIPOLISIKAN WARTAWAN

ACEH UTARA – Sepekan pasca terjadinya perbuatan yang tidak menyenangkan, menimpa salah seorang wartawan SKU ICW Post Medan, Zulmalek bin Abdullah, akhirnya resmi melapor ke Mapolres Aceh Utara yang diterima oleh Aiptu Joseph Purba dibagian SPK.

Berdasarkan surat tanda bukti lapor Nomor LP/22/II/2013/PA/RES AUT/SPKT, tertanggal 18 februari2013 dalam perkara perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh Anggota DPRK Aceh Utara, M. Ridwan Yunus dari Fraksi Partai Aceh. Dalam surat lapor itu, dijelaskan perkara tersebut terjadi pada Minggu siang tanggal 10 Februari 2013 pukul 13.38 Wib.

“Setelah terima perkara dari si Ridwan itu, saya merasa tidak nyaman lagi karena takut bila kedepan terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu saya berinisiatif melapor ke pihak Polres Aceh Utara. Seharusnya untuk menjadi anggota dewan itu harus bersikap baik dan jujur, namun kali ini sikap dewan berubah bagai harimau menerkam mangsanya,” ujar Zulmalek, hari ini.

Diceritakan, Minggu itu ia sedang ngopi di salah satu warkop yang tidak jauh dari rumah ridwan. “Namun baru sebentar saya duduk, saya melihat Ridwan keluar dari rumahnya. Terang saja saya menghampiri dia karena saya punya niat untuk melakukan wawancara dengan dia. Apalagi dia memang sangat sulit untuk dijumpai di kantor. Wawancara saya hari itu mengenai Program Usaha Minat Pendesaan (PUMP), tahun 2012 dana APBN senilai Rp100 juta. Menurut saya, dana itu dimasukkan menjadi proyek Aspiratif DPRK Aceh Utara, Atas nama oknum anggota dewan Ridwan Yunus,” kata Zulmalek.

Kelompok tani (Poktan) tangkap, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mina Bahari, di gampong tanjong dalam utara. Dana Rp100 juta untuk pembelian alat-alat tangkap seperti jaring dan perahu. Sedangkan dana yang digunakan, hanya 60 persen dari nilai dana. “Saya menduga, dia menghindar dari pertanyaan – pertanyaan wartawan. Karena itu dia melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan memukul dan menghina wartawan. Padahal perbuatan itu termasuk salah satu pelanggaran pidana yang menghalang-halangi tugas pers sebagaimana diterapkan dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang hukum pidana, selama – lama nya empat tahun penjara,” cerita lagi Zulmalek.

Ketika pemukulan terjadi, beruntung saat itu dilerai oleh tiga warga yang merupakan tetangga Ridwan. Kemudian, banyak kata-kata yang tidak menyenangkan dikeluarkan dari mulut dia. “Kamu bilang saya yang pukul wartawan, dan jangan lupa kamu tulis juga di media kamu. saya mahu lihat apa hebatnya kalian (wartawan),” Kata Malik meniru kata Ridwan.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *