OPERASIONAL MOLOR HINGGA OKTOBER

MEDAN- Operasional Bandara Internasional Kualanamu baru bisa dilakukan pada Oktober mendatang. Rencana kemunduran ini sudah diumumkan Wakil Presiden Boediono kepada jajaran direksi Angkasa Pura (AP) II. Adapun alasan keterlambatan akibat jalan arteri yang belum siap pakai.

Hal ini disampaikan Kepala Proyek Kualanamu atau Project Implementation Unit (PIU) AP II Joko Wasito. “Rabu kemarin saya sudah dapat kabar tentang rencana kemunduran ini. Walaupun begitu, pengerjaan Kualanamu akan tetap disesuaikan dengan target yaitu Maret,” ungkapnya.

Diakuinya, masalah molornya karena jalan arteri belum siap pakai. Padahal, jalan alteri merupakan ruas jalan yang dipakai untuk mengangkut penumpang. “Saat ini angkutan umum yang ada hanya kereta api, sementara kereta api hanya mampu mengangkut 15 persen dari jumlah seluruh penumpang. Kalau tidak ada jalan arteri, mau lewat mana untuk ke bandara?” lanjutnya.

Menurut Joko, pembangunan jalan arteri dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sebagai penanggung jawab yang membangun konstruksi jalan, sedangkan Pemda yakni Pemrovsu hanya melakukan pembebasan lahan. Untuk pembangunan jalan alteri memakan waktu sekitar 6 bulan.

“Tapi kalau pengerjaan dilakukan dengan waktu cepat, bisa selesai dalam waktu 3 bulan, itu kalau secara tekhnis ya. Tetapi, kalau menurut birokratnya saya kurang paham berapa lama waktu yang dibutuhkan,” tambah Joko.

Walaupun dipastikan mundur, tetapi pembangunan Kualanamu tetap dilanjutnya sesuai dengan target agar dapat melakukan sertifikasi pada Maret. Seperti pembangunan terminal, kargo, stasiun, berbagai jenis tanaman, dan lainnya. “Kalau terminal ada yang sudah selesai, ada juga yang masih finishing. Kalau kargo sudah lama siap, begitu juga stasiun KA pada Maret sudah bisa dioperasionalkan. Saat ini kita sedang sibuk menanam tanaman di bandara,” paparnya.

Selain itu. Lanjutnya, saat ini juga sedang dilakukan pembangunan alat bantu pendaratan (landing system). Sebab a rencananya pada 28 Februari mendatang akan ada kalibrasi pesawat menggunakan landing system ini. “Rencananya kita akan menggunakan pesawat BUMN, berarti Garuda Indonesia,” ungkapnya.

Pengunduran ini tidak memberikan dampak tersendiri bagi AP II. Karena, bila sertifikasi bandara sudah keluar, maka semua maskapai penerbangan sudah bersedia menggunakan Kualanamu. “Yang pentingkan ada sertifikat. Kalau sudah keluar, maka semua maskapai akan percaya. Apalagi, sertifikasi itu dilakukan adalah pemerintah,” tutupnya. (ram)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *