SATU LAGI TERDAKWA BANSOS, DITUNTUT 2,5 TAHUN PENJARA

Starberita-Medan, Terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun anggaran 2009 yang merugikan negara Rp1.452.750.000, Syawaluddin, dituntut dua tahun enam bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen, di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (22/2).

Syawaluddin selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Bina Kemasyarakatan dan Sosial Sekda Pemprovsu tersebut juga dituntut membayar denda sebesar Rp.50 juta subsider tiga bulan penjara dan memerintahkan agar membayar uang pengganti sebesar Rp145juta dengan dengan ketentuan bila tidak dapat menbayar maka hukuman penjara ditambah satu tahun.

JPU menilai Syawaluddin  terbukti bersalah  melanggar pasal 3 junto 18 UU Korupsi junto pasal 55 KUHPidana tentang tindak pidana korupsi.

“Meminta kepada majelis hakim menjatuhkan hukuman dua tahun dan enam bulan penjara karena terbukti melanggar pasal 3 junto pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi junto pasal 55 KUHPidana” ucap JPU Netty Silaen.

Hal yang memberatkan terdakwa disebutkan bahwa Syawaluddin tidak membantu pemerintah dalam memberantas korupsi. Dan hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan masih mempunyai tanggungan keluarga.

Dalam perkara ini jaksa menyatakan terdakwa melakukan korupsi dengan kerugian negara sebesar Rp.250 juta dari total keseluruhan Rp1.452.750.000 sementara terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp.105 juta. Sisanya dikorupsi oleh Adi Sucipto (berkas terpisah_red).

“Dia sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp105juta pada waktu pihak inspektorat memeriksanya. Dia ini sama-sama lakukan korupsi sama Adi Sucipto,” terang Netty.

Dalam dakwaan Syawaluddin yang mengelola khusus belanja bantuan sosial belanja hibah bersama Adi Sucipto selaku penerima dan perantara penerima dana bansos  melakukan pemotongan 50 hingga 60 persen terhadap yayasan penerima dana bansos.

Tercatat ada 17 proposal yang diurus oleh terdakwa yang bekerjasama dengan saksi Syawaluddin (berkas terpisah) dan Masrizal. Ke-17 proposal yang diurus terdakwa antara lain, Yayasan Perguruan Al Jihad (dua kali), Yayasan Islam Al Jihad, Yayasan Perguruan Khairani (dua kali), Yayasan Pendidikan Al Hikmah, Panitia Renovasi Pembangunan Mesjid Istiqomah.

Selain itu ada juga Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hasanah, Yayasan Pendidikan Persiapan Bangsa, MTs Darul Ulum, Yayasan Pendidikan Mekar Sari, Yayasan Pendidikan Taruna Karya, Yayasan Pendidikan Istiqomah, SMP Langkat Binjai, TBM Harapan Pertiwi, Panitia Pembangunan Mesjid An Nawawi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ditemukan adanya penyimpangan dimana sebagian dari pemberian dana bansos tersebut terindikasi disalahgunakan, adanya pemberian dana bansos dengan menggunakan dokumen yang tidak sah untuk kelengkapan persyaratan pencairan bansos, adanya potongan atas pencairan dana bansos dan adanya pemberian dana bansos lebih dari satu kali.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan  majelis hakim Jonny Sitohang menunda sidang pada Rabu (27/2/2013) dengan agenda mendengar pembelaan terdakwa. (RIN/YEZ)
sumber: starberita

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to SATU LAGI TERDAKWA BANSOS, DITUNTUT 2,5 TAHUN PENJARA

  1. Pingback: nola things to do

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *