TUTUP LOKASI PROSTITUSI BERKEDOK SALON DAN SPA

Medan-andalas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan meminta Pemerintah Kota Medan melalui instansi terkait untuk menutup operasional lokasi prostitusi berkedok salon dan spa di sejumlah wilayah Kota Medan, karena telah menyalahi izin yang diberikan.

“Kita minta itu ditutup dan cabut izinnya, karena jelas-jelas menyalahi aturan,” tegas Ketua Komisi C DPRD Kota Medan, A Hie SH, Selasa (19/2) menjawab langkah lanjut hasil tinjauan mendadak ke sejumlah salon dan spa yang dijadikan lokasi prostitusi terselubung.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, kegiatan prostitusi terselubung yang berkedok salon dan spa itu, bukan hanya menyalahi aturan yang telah diberikan, tetapi juga telah merusak norma-norma yang ada serta menjatuhkan wibawa Pemko Medan. “Karena, letaknya di tengah kota. Ini harus ditindak,” katanya.

Sementara anggota Komisi C, H Jumadi, menambahkan pajak reklame salon dan spa yang dijadikan lokasi prostitusi terselubung itu juga tidak jelas.

“Stiker izin reklamenya tertempel di kaca bagian depan tidak jelas, pajak reklame tokonya pun tidak jelas. Inilah Pemko Medan, buruk sekali administrasinya,” katanya.

Sebelumnya, DPRD bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Satpol PP melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah salon dan spa yang diduga dijadikan lokasi prostitusi terselubung di Jalan Negara Medan seperti Rosalinda, Mei Ching dan Bally Spa. Dari lokasi, tim menemukan pasangan mesum tanpa busana dari dalam salah satu kamar.(BEN/GUS)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *