BANGUNAN PUSKESMAS NAMO RAMBE TERANCAM AMBRUK

Namurambe-andalas Perbaikan atau renovasi ruangan induk Puskesmas, Kecamatan Namo Rambe, sangat mendesak. Pasalnya, bangunan didirikan pada tahun 1970-an itu, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan terancam roboh.

Selain dinding beton sudah rapuh, plafon dan kuda-kuda atapnya juga sudah lapuk termakan rayap.

Hingga bila ada angin kencang maupun getaran bangunan tersebut bisa roboh. “Wah…,bisa membayakan masyarakat bangunan ini, seketika bisa roboh atap dan bangunannya,”kata Anggota DPRD DS H Sabar Ginting SE prihatin, saat meninjau kondisi serta pelayanan kesehatan di Puskesmas Namo Rambe, serangkaian reses tahap I/ 2013 ke daerah pemilihan VI, kemarin.

Tim reses DPRD Dapil VI terdiri dari H Sabar Ginting, Timur Sitepu, Rikki Nelson Barus, Mberngab Sembiring dan Setiawan Sembiring, dan Mester Sembiring didampingi KUPT Puskesmas Namo Rambe Dr Asri Johanes menyatakan keprihatinannya, ketika melihat ada sebahagian ruangan tidak layak pakai.

Kepada anggota dewan, Dr Asri Johanes mengatakan bangunan yang kondisinya sudah memprihatinkan itu merupakan bangunan tua yang dulunya merupakan bangunan induk Puskesmas. Bangunan itu terdiri dari ruangan pelayanan KB, poliklinik gigi, laboratorium, ruangan pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Menurut Johanes,  kerusakan bangunan tersebut menyebabkan terganggunya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kemudian peralatan medis yang ada di dalam, khususnya di musin penghujan sering banjir karena atap seng sudah lapuk.

Namun demikian tidak menyurutkan semangat mereka untuk melayani masyarakat yang berobat. Sejauh ini pihaknya telah membuat laporan, sekaligus mengusulkan ke Dinas Kesehatan kabupaten untuk direnonasi.

Selain pembangunan ruangan, Puskesmas ini juga sangat membutuhkan pemagaran dan penimbunan pekarangan, untuk kenyamanan dan keamanan peralatan media dari aksi kejahatan.Terkait pelayanan kesehatan masyarakat, Puskesmas mendapat kunjungan pasien sedikitnya 60 sampai 70 pasien setiap harinya.

Pada kesempatan itu, tim reses dewan menyarankan agar KUPT (Kapuskesmas) kembali membuat permohonan perbaikan atau renovasi ke Dinkes DS dan dewan siap untuk membantu pengalokasian anggarannya di APBD.

Sebab, Puskesmas ini melayani warga di 36 desa se-Kecamatan Namo Rambe. “Kami sebagai wakil rakyat siap membantu dan mendorong Pemkab untuk memperbaiki Puskesmas Namo Rambe, karena daerah ini merupakan kawasan padat penduduk,” kata Sabar Ginting.
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *