SADIS! TAK SANGGUP TEBUS, BALITA KORBAN PENCULIKAN TEWAS

Jurnas.com | TIGA hari sudah Selo Nababan (4) diculik orang tidak dikenal. Balita ini diculik, saat tengah bermain di dekat pekarangan rumahnya, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Empat jam setelah penculikan, pelaku mengontak ayahnya, Sahar Nababan, agar menyediakan uang tebusan sebesar Rp 2 milyar. Orang yang menghubungi melalui telephone seluler itu, menurut ayah Selo, berjenis kelamin laki-laki. Dibelakangnya terdengan samar-samar suara perempuan.

Dalam komunikasi antara pelaku penculikan dengan Nababan, terdengar juga ancaman agar keluarganya tidak memberitahukan kepada aparat kepolisian. Jika itu dilakukan, maka Selo diancam akan dibunuh.

Negosiasi pun terus dilakukan. Keluarga Nababan tampak berkumpul dikediamannya untuk membicarakan permintaan uang tebusan yang diminta oleh pelaku penculikan.

Sedangkan Kasma Boru Manurung, ibu balita yang menjadi korban penculikan tampak hanya terdiam. Air matanya terus mengalir membasahi kedua pipinya.

Komunikasi melalui telephone seluler terus berlangsung. Pihak keluarga menyatakan ketidaksanggupannya menyiapkan dana sebesar Rp 2 milyar. Saat terjadi pembicaraan melalui hubungan telephone, samar-samar terdengan suara Selo menangis dan meminta pertolongan.

Dia menjerit histeris sambil meminta agar pelaku penculikan melepaskannya. Tiba-tiba suara jerita Selo semakin menjauh lalu hilang tak terdengar sama sekali.

Penculik menegaskan akan membunuh Selo, jika hingga hari Senin (18/2), uang tebusan yang diminta tak diserahkan. Drama penculikan inipun akhirnya dilaporkan ke Polresta Deli Serdang. Namun hingga Selasa malam (19/2), belum ada tanda-tanda, dimana Selo diculik.

Tiba-tiba telephone seluler Nababan berdering. Semua berkumpul diruang tamu. Orang yang menghubungi diduga adalah pelaku penculikan. Kalimatnya tidak panjang. Pria yang menghubungi Nababan hanya mengatakan waktu negosiasi sudah habis.

“Waktu sudah habis. Serahkan uang sekarang, atau anda tidak akan bertemu lagi dengan anak anda ini, ” kata pria dengan suara berat diperkirakan berusia 38 tahun tahun itu, lalu mematikan telephonenya.

Nababan panik. Dia berteriak. Keluarganya mencoba menenangkannya. Hampir dua jam suasana dikediaman Nababan senyap. Hampir tak terdengar suara keluar dari dalam ruang keluarga itu. Hanya nafas memburu penuh khawatir yang terdengar.

Tiba-tiba terdengar suara pesan singkat dari telephone salah satu keluarga Nababan. Ada sebuah tulisan mengejutkan pihak keluarga. “Selamat tinggal ayah, ibu, kalian gagal menjagaku, ” kata salah seorang keluarga Nababan menirukan isi dari pesan SMS itu, tanpa mau menyebutkan identitasnya.

Waktu menunjukkan pukul 21.48 WIB Selasa malam. Polisi dari Polresta Deli Serdang datang. Salah seorang petugas memberitahukan telah menemukan Selo Nababan. Kabar itu membuat semua yang berada didalam rumah riuh.

Dengan suara hampir tak terdengar, petugas kepolisian itu menyebutkan, Selo ditemukan sudah tidak bernyawa. Setelah itu dirinya perlahan mundur. Suasana tiba-tiba hening, tidak sampai satu menit, tangisan histeris terdengar menggema. Seluruh keluarga Selo menangis menjerit dan terdengar suara ratapan sedih dengan logat bahasa Batak.

Selang beberapa waktu kemudian, jenazah Selo tiba. Balita ini sudah tewas tak bernyawa. Yang sangat mengejutkan, terdapat sejumlah luka dibahagian leher dan punggungnya. Lidahnya menjulur keluar. Dileher juga terdapat bekas luka kuku diduga jari pelaku yang mencekik leher balita tak berdosa ini.
sumber: jurnas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to SADIS! TAK SANGGUP TEBUS, BALITA KORBAN PENCULIKAN TEWAS

  1. Pingback: Fortune GamesĀ® Real Money Casino Slot Games Slots

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *