PERTUMBUHAN PENDUDUK DI KALTIM TERTINGGI NASIONAL

Jurnas.com | LAJU pertumbuhan penduduk di Kalimantan Timur (Kaltim) sangat tinggi. Bahkan tertinggi secara nasional yang mencapai 3,8 persen. Tapi, tingginya pertumbuhan penduduk Kaltim tersebut, bukan karena tingginya angka kelahiran.

Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak, Selasa (19/2), bahkan mengklaim pertumbuhan penduduk yang mencapai 3,8 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk nasional. “Karena itu berada di atas rata-rata nasional yang hanya 1,49 persen per tahunnya,” ucap Awang.

Saat ini kata Awang, jumlah penduduk Kaltim mencapai 4 juta. Naik dua kali lipat dari tahun 2000, yang hanya 2,4 juta, dan 3,5 juta orang pada tahun 2010. “Memang pertumbuhannya sangat cepat, karena tingkat kepadatannya sekarang menjadi 19,02 jiwa per km2,” terangnya.

Menurutnya, salah satu yang menyebabkan tingginya pertumbuhan penduduk, karena Kaltim membuka diri bagi pendatang. Khususnya bagi pendatang yang kebanyakan bersal dari Pulau Jawa maupun Sulawesi.

“Jadi memang pendatang banyak dari Jawa dan Sulawesi termasuk beberapa daerah lainnya yang datang ke Kaltim, kami tentu membuka diri, jadi memang dari Sulawesi dan Jawa yang paling mendominasi, ” ujarnya.

Disamping itu kata Awang, terbukanya lapangan kerja membuat Kaltim menjadi daerah yang paling diserbu imigran dari luar. “Karena memang Kaltim menjanjikan, banyak lapangan kerja yang tersedia, mulai dari perkebunan, pertambangan termasuk jasa,” imbuhnya.

Tiga daerah yang cukup padat kata Awang, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegera (Kukar) maupun Balikpapan. “Tiga darerah itu memang yang pertumbuhan penduduknya cukup tinggi, tapi daerah lainnya juga terus meningkat,” ucapnya.

Namun dengan tingginya pertumbuhan penduduk tersebut, tentu akan sangat mempengaruhi kesediaan pangan,energi, kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, dan berpotensi meningkatkan tingkat kemiskinan, termasuk berpotensi naiknya tindak kriminal dan masalah sosial lain jika tidak ada pengendalian penduduk. “Tapi kita berharap, tentu akan berdampak positif, tentunya dengan dilakukan pengendalian penduduk,” pungkasnya.
sumber: jurnas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *