HAKIM TIPIKOR VONIS BEBAS EKS DIRUT MERPATI

Jurnas.com | MAJELIS Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis bebas mantan Direktur Utama PT.Merpati Nusantara Airlines (PT.MNA), Hotasi Nababan. Vonis bebas tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Hotasi Nababan sebagai terdakwa terkait proyek penyewaan dua unit pesawat Boeing dari perusahaan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) Inc

Pasalnya dari fakta persidangan, Hotasi dianggap tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama menyangkut penyewaan pesawat jenis Boeing 737-400 dan Boeing 737-500 pada tahun 2006 lalu.

”Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dalam dakwaan primer, membebaskan terdakwa dari segala dakwaan,” ujar Majelis Hakim yang diketuai Pangeran Napitupulu dalam pembacaan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Selanjutnya, majelis hakim juga menilai Hotasi tidak terbukti dalam dakwaan subsider yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung.

Majelis hakim menerangkan, terdakwa Hotasi Nababan tidak terbukti menguntungkan diri sendiri atau menguntungkan pihak TALG menyangkut penyewaan dua jenis pesawat Boeing. Meski sampai saat ini, dua pesawat Boeing tersebut belum diterima oleh PT.MNA. Namun, Hotasi sesuai ketentuan dalam melakukan penyewaan telah membayar security deposit US$1 juta kepada pihak TALG. Pembayaran dilakukan melalui kantor pengacara Hume & Associate.

Sehingga, perbuatan terdakwa Hotasi Nababan dalam menyewa dan membayarkan security deposite telah dilakukan secara transparan dan hati-hati, beritikad baik, tidak ada konflik kepentingan serta sesuai dengan tata kelola perusahaan.

Disamping itu, majelis hakim juga mempertimbangkan fakta bahwa PT.MNA masih mengupayakan TALG mengembalikan security deposite yang telah dibayarkan tersebut. Menyusul perusahaan asing tersebut tidak mampu mendatangkan pesawat yang dijanjikan kepada PT MNA. Selanjutnya, PT MNA juga telah berupaya menggugat Alan Messner dan Jon C. Cooper dari TALG. Dimana gugatan itu telah dimenangkan di Pengadilan Negeri Kolombia beberapa waktu lalu.

”Majelis hakim tidak melihat niat terdakwa bertujuan memperkaya TALG dengan membayarkan security deposite 1 juta dollar AS. Dengan demikian unsur menguntungkan diri sendiri suatu koorporasi tidak terbukti menurut hukum,” kata. Hakim Pangeran Napitupulu.

Disisi lain, majelis hakim menerangkan juga, penyewaan pesawat oleh PT.MNA ini pernah ditelaah PT.MNA. Akan tetapi, KPK menyatakan tidak ada indikasi tindak pidana korupsi. Termasuk penyelidikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri yang tidak menemukan unsur tindak pidana korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Untuk itu majelis hakim memberikan hak membersihkan nama baik lantaran terdakwa Hotasi Nababan tidak terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui, Tim JPU Kejaksaan Agung sebelumnya menjatuhkan. tuntutan empat tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan.JPU menganggap, Hotasi Nababan bersalah memperkaya pihak lain dalam proyek penyewaan dua unit pesawat Boeing dari perusahaan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG) Inc.
sumber: jurnas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to HAKIM TIPIKOR VONIS BEBAS EKS DIRUT MERPATI

  1. Pingback: Buy weed online UsA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *