BALITA KORBAN PENCULIKAN TEWAS, KINERJA POLISI DIPERTANYAKAN

Jurnas.com | SUASANA duka masih menyelimuti keluarga besar Selo Nababan (4), balita yang ditemukan tewas setelah empat hari diculik orang tak dikenal.

Sanak saudara, kerabat dan tetangga datang menjenguk keluarga yang ditimpa musibah ini. Banyak pihak yang menyesalkan lambannya kerja kepolisian mengungkap drama penculikan berujung maut ini.

Wakapolresta Deli Serdang, Kompol Ahyan, saat diwawancarai Jurnal Nasional Rabu (20/2) menyatakan, pihaknya menemukan mayat balita ini didekat kediaman orang tuanya.

Tubuh Selo diletakkan di dalam sebuah bungkus plastik besar. “Kami turut bersedih, ” katanya singkat.

Kompol Ahyan, menegaskan akan terus mengusut kasus penculikan ini hingga tuntas. Penyidik kepolisian Polresta Deli Serdang dibantu aparat dari Polda Sumut, sudah dikerahkan untuk mengusut penculikan maut ini.

Sementara itu, pada Rabu (16/2) pagi, jenazah Selo yang semula berada di RSU Lubuk Pakam, dibawa ke RSU Pirngadi Medan untuk proses aotopsi.

Belum ada satu pihakpun yang dianggap bertanggungjawab atas kasus penculikan ini. Pihak keluarga dan masyarakat yang mengenal korban, mendesak agar kepolisian serius mengusut kasus ini dan menangkap pelaku penculikan keji itu, agar kedepannya tidak terulang kasus sama.

Selo sebelumnya diculik saat tengah bermain di dekat pekarangan rumahnya, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Empat jam setelah penculikan, pelaku mengontak ayahnya, Sahar Nababan, agar menyediakan uang tebusan sebesar Rp 2 milyar. Sayangnya, keluarga besar Nababan tak mampu menyanggupi permintaan sang penculik hingga batas waktu pengiriman uang tebusan.

Pesan singkat terakhir pun diterima salah satu keluarga Nababan. Isinya, “Selamat tinggal ayah, ibu, kalian gagal menjagaku”.
sumber: jurnas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *