PROYEK PENATAAN LINGKUNGAN KABANJAHE SARAT KKN

Kabanjahe-andalas Kalangan LSM desak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabanjahe, mengusut tuntas dugaan korupsi proyek  penataan lingkungan (median jalan) di sepanjang Jalan Letjen Jamin Ginting dan Jalan Veteran Kabanjahe  berbiaya Rp 598.499.986,00, bersumber dari APBD Kabupaten Karo TA 2012. Pasalnya pengerjaan proyek tersebut secara kasat mata terkesan asal jadi dan diduga tidak sesuai dengan bestek.

RETAK – Meski masih dalam status pemeliharaan, proyek penataan lingkungan Jalan Veteran–Jamin Ginting, yang mengalami pecah dan retak, tidak diperbaiki.

 

Menurut Sekda LSM LIRA Kabupaten Karo, Julianus Sembiring, SPd dan Ketua LSM Jaringan Nusantara Erba Sebayang kepada sejumlah wartawan, Senin (11/2) di Kabanjahe mengatakan, pengerjaan poyek median jalan yang di kerjakan CV Karya Utama yang terkesan asal jadi itu di duga dikerjakan tidak sesuai dengan bestek.

Hal itu dapat kita lihat sendiri mulai dari awal pengerjaan proyek hingga kontrak kerja berakhir. Ribuan mata menyaksikan, kalau pengerjaan proyek median jalan di Jalan protokol itu, mulai dari awal sampai akhir penuh dengan tanda tanya.

“Pasalnya, pemasangan batu bata tidak semua sama, artinya sebagian batu bata di pasang berdiri dan sebagian lagi batu bata itu di pasang terlentang, tidak heran bila sudah siap pun terlihat bergelombang dan tidak lurus, sehingga tembok bata tersebut tidak kokoh dan mudah runtuh,” kecam Julianus dan Erba.

Buktinya, proyek median jalan yang difungsikan sebagai taman jalan itu, sekarang sudah banyak pecah-pecah. Ada sekitar enam titik tembok median jalan rusak berat dan retak, termasuk keramik yang di pasang di dasar tembok median jalan sudah banyak terlepas dan pecah-pecah.

Tak pelak lagi kondisi bangunan menjadi cemohan warga Kabanjahe. Apakah mentang-mentang proyek tersebut dikerjakan keluarga dekat Bupati Karo, sehingga aparat penegak hukum tidak berani mengusut proyek yang jauh dari standar kualitas itu.

“Seharusnya dengan dana Rp598 juta, median jalan ini jauh lebih cantik dan lebih indah dibanding sebelumnya. Kalau begini, apa bedanya sama bangunan sebelumnya?,” tantang Julianus dan Erba.

Dikatakan, nuansa KKN dalam proyek median jalan ini jelas sekali. Orang awam saja melihatnya secara sepintas pasti melihat ketidakberesan dalam pengerjaan proyek tersebut. Sudah selayaknya aparat penegak hukum, baik Polres Karo maupun Kejaksaan Negeri Kabanjahe mengusutnya.

“Ini tidak bisa dianggap sepele, rakyat sudah muak melihat kondisi pembangunan yang terkesan asal-asalan dan sarat KKN dipertontonkan di inti kota,”katanya.

Untuk itu, sudah sepatutnya Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabanjahe, Dr Setyo Utomo SH MHum  segera turun tangan mengusut proyek penataan lingkungan yang kualitasnya diragukan itu. Sebab, pengerjaannya diduga tidak sesuai dengan bestek dan sarat korupsi.(RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *