PERTAMA KALINYA, EKSEPSI TERDAKWA KORUPSI DIKABULKAN

MEDAN, KOMPAS.com — Untuk pertama kalinya Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan mengabulkan eksepsi (keberatan terhadap dakwaan jaksa) terdakwa korupsi, Marli selaku bendahara KPRI/KPN Pelita, Kecamatan Stabat/Wampu dalam persidangan dengan agenda putusan sela, Rabu (13/2/2013).

Majelis hakim yang diketuai SB Hutagalung dan hakim anggota Denny L Tobing serta Kimas Ahmad dalam amar putusannya menyatakan, perkara dugaan penyelewengan kredit sebesar Rp 1,5 miliar yang dilakukan terdakwa bukanlah perkara korupsi, melainkan pidana umum (penggelapan).

Karena tidak masuk ranah Tipikor, maka hakim tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut. Majelis hakim menolak dakwaan jaksa dari Kejari Stabat untuk seluruhnya.

Menanggapi putusan sela tersebut, jaksa menyatakan pikir-pikir. Sementara terdakwa Rosfiana Tanjung dan penasihat hukumnya, Elida Nainggolan menyatakan menerima putusan tersebut.

Untuk di ketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Choirun Parapat mendakwa Marli melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1,2 dan 3) UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam dakwaan jaksa, terdakwa selaku bendahara tidak menyalurkan kredit senilai Rp 1,5 miliar yang dikucurkan Bank BNI Cabang Binjai pada 24 November 2008 kepada 30 anggota KPRI/KPN Pelita Kecamatan Stabat/Wampu selaku penerima kredit.
sumber : kompas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to PERTAMA KALINYA, EKSEPSI TERDAKWA KORUPSI DIKABULKAN

  1. Pingback: buy dimethyltryptamine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *