OPERASIONAL PT AJ DAN CV UJ HARUS DIHENTIKAN

Lubuk Pakam-andalas Komisi C DPRD Deli Serdang merekomendasikan pemberhentian sementara operasional PT Alma Jaro (AJ) dengan CV Ujung Jaya (UJ), di Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Rekomendasi pemberhentian operasional kedua perusahaan bergerak di bidang ekspor impor kopi itu, karena telah melakukan pelangaran undang-undang dan peraturan berlaku. Pasalnya, izin maupun peruntukan bangunan berdiri di atas lahan lima ribu meter persegi itu adalah untuk pergudangan.

Sementara di dalamnya didapati kegiatan industri yang telah beroperasi sejak beberapa tahun silam. “Memang perusahaan kami tidak memiliki izin industri, karena awalnya hanya izin pergudangan,” kata perwakilan CV Ujung Jaya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Deli Serdang, dihadiri instansi terkait masing-masing, Dinas Cipta Karya dan Pertambangan, Bapedalda, Kabag Pemerintahan, Salpol PP, Disperindag serta Badan Penanaman Modal Daerah, Rabu (13/2).

Sedangkan, PT Alma Jaro, perusahan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan mitra dari CV Ujung Jaya, juga tidak memiliki izin. Bahkan, pihak perusahaan ini dituding telah membangkang dan melecehkan rakyat maupun pemerintah Deli Serdang, karena tidak bersedia menghadiri undangan RDP.

Banyak hal terkuak dalam RPD itu, ternyata kedua perusahaan ekspor impor kopi itu, tidak memiliki dokumen Upaya Pengelolan Lingkungan–Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta izin pengelolaan lingkungan maupun izin prinsip dari Pemkab Deli Deli Serdang.

Anehnya, dalam RDP dipimpin Ketua Komisi Renjo Siregar dan dihadiri H Sabar Ginting SE, Rikki Prandana  Nasution SE, Benhur Silitonga MM, Ali Natar Siregar, Hj Mega Magdalena dan Mbaru Ginting, instansi terkait terkesan tidak mengetahui persis PT Alma Jero, merupakan perusahaan PMA milik kewarganegaraan Srilanka, sehingga ada kesan pembiaran atau ada dugaan ‘main mata’ antara pengusah dengan oknum petinggi Pemkab.

Sekretaris komisi, Sabar Ginting SE mengatakan, izin dimiliki CV Ujang Jaya untuk pergudangan, bukan   industri. Namun, faktanya di dalam bangunan tersebut didapati kegiatan industri. Tentu sudah menyalahi UU dan peraturan daerah.

“Bukan hanya pelanggaran peraturan, dalam hal ini pemerintah daerah sudah dirugikan dari sektor pajak maupun retribusi,”ungkapnya.

Selaku warga Deli Serdang, kami sangat senang para investor berlomba-lomba untuk menanamkan modalnya di daerah ini, sehingga menjadi sektor pendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang muaranya untuk kemakmuran rakyat Deli Serdang.

“Tapi, para investor harus menaati aturan maupun rambu-rambu yang ada, bukan asal gasak saja,”tegas Sabar.

Kadis Cipta Karya diwakili Kabid Perizinan, Sahlan ST menegaskan, pihaknya akan mengecek ulang kondisi bangunan pergudangan CV Ujang Jaya, apakah sesuai dengan IMB dimiliki. Bila nantinya terjadi pelanggaran akan dikenakan sanksi tegas.

Sehubungan belum adanya perizinan dimiliki kedua perusahan ini, Komisi C berdasarkan keputusan bersama merekomendasikan kepada pimpinan dewan, selanjutnya disampaikan kepada Bupati Deli Serdang, agar kegiatan CV Ujang Jaya beserta PT Alma Jaro, di Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dihentikan sementara, sebelum seluruh perizinan sesuai dengan bidang usahanya diterbitkan, termasuk PBB.(TH)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to OPERASIONAL PT AJ DAN CV UJ HARUS DIHENTIKAN

  1. Pingback: buy dumps + pin 101

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *