SISWA SD TEWAS DI KOLAM RENANG MARI

MEDAN- Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas IV, Rendi Pranata Sembiring (11), ditemukan tewas di kolam renang Mari di Kom-pleks Pemda I, Jalan Dah-lia II, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (9/2) sekira pukul 17.00 WIB. Selang sehari kejadian, tepatnya Minggu (10/2), kolam Mari langsung menutup operasionalnya.

Sebelum warga Jalan Parang III.

Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor itu ditemukan tewas, ia bersama 4 temannya masuk berenang di kolam tersebut sekira pukul 15.00 WIB. Setelah lelah bermain di kolam renang, empat rekan korban keluar dari kolam renang dengan bermaksud ingin beristirahat, sembari menikmati makanan ringan yang sudah mereka persiapkan dari rumah.

Namun saat semua rekan korban keluar dari kolam renang, Rendi (korban) tidak terlihat. Meski begitu, rekan korban tidak menaruh curiga. Bahkan meski korban tidak terlihat bersama mereka, mereka tetap melanjutkan kembali bermain di kolam renang.

Kecurigaan rekan-rekan korban baru muncul karena korban sudah lebih dari satu jam tidak nampak keberadaannya. Rekan korban panik dan mencari keberadaan korban di setiap sudut kolam renang. Akhirnya salah satu rekan korban melihat ada seorang tak bergerak di dasar kolam berkedalaman 1 meter. Mereka langsung berteriak minta tolong hingga datanglah petugas kolam renang.

Petugas kolam renang langsung mengangkat tubuh korban dari dasar kolam. Petugas kolam renang juga sempat memompa dada korban dan melarikan korban ke Rumah Sakit Tera Margaret di Jalan Ring Road. Namun di rumah sakit pihak medis menyatakan korban sudah tidak bernyawa. Korban akhirnya dibawa ke kediamannya.

Kapolsek Delitua Kompol B Marpaung yang dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. “Ibu korban bernama Diana Br Ginting (42) serta ayah korban Massa Sembiring (45) sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan dan tidak bersedia dilakukan visum pada jenazah anaknya. Surat itu juga ditandatangani Kepala Lingkungan tempat korban tinggal korban bernama Nasib Sembiring,” kata B Marpaung.

Meski demikian, lanjut B Marpaung, polisi akan memanggil pihak pengelola kolam renang. “Paling lama hari Rabu ini sudah kita periksa. Untuk surat izin ataupun kelalaian, akan kita periksa dalam pemeriksaan nanti,” pungkasnya.

Pantauan wartawan koran ini, sehari setelah kejadian, Minggu (102), kolam renang tersebut tampak tutup dan tidak beroperasional. Di tembok depan kolam renang itu terdapat tulisan kalau kolam renang tutup karena sedang tahap pembersihan. Begitu juga dengan pihak kolam renang, tidak tampak di sekitar kolam renang, hingga tidak seorang pun pihak kolam renang dapat dikonfirmasi.

Sementara itu, di kediaman korban yang disambangi Sumut Pos, jenazah anak ke-2 dari 4 bersaudara itu sudah dibawa ke kampung halamannya di Desa Sigarang-garang, Kecamatan Namanteran untuk dikebumikan. Hanya sejumlah orang yang mengaku kerabat serta tetangga korban saja yang tampak di kediaman korban yang sudah dipansangi tenda itu.

“Tadi pagi sekitar pukul 08.00 WIB sudah dibawa jenazahnya. Itu sesuai permintaan orangtua dan neneknya. Kalau kami di sini hanya tetangga dan kerabatnya, tidak tahu kami cerita sebenarnya,” ungkap sejumlah orang di kediaman korban. (mag-10)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

1 Response to SISWA SD TEWAS DI KOLAM RENANG MARI

  1. Pingback: Glo Extracts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *