50 PERSEN OBAT TRADISIONAL MENGANDUNG BKO

Medan-andalas Peredaran obat tradisional mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) sepanjang tahun 2012 di Sumatera Utara merupakan kasus yang mendominasi. Bahkan, kasusnya lebih tinggi dibanding produk lainnya, karena kandungan BKO-nya mencapai 50 persen.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Setia Murni Apt, baru-baru ini. Selanjutnya, tren temuan diposisi kedua, sambungnya, sekira 30 persen pada produk kosmetik.

“Sisanya ada pada produk pangan/makanan,” ujarnya.

Sementara Kepala BBPOM Medan Drs I Gede Nyoman Suwandi Apt MM menjelaskan, umumnya pelaku usaha obat tradisional yang tidak memenuhi ketentuan ini selalu berpindah-pindah tempat.

“Mereka ini selalu berpindah-pindah. Misalnya mereka kontrak satu rumah selama setahun, tapi nyatanya hanya 3 bulan saja mereka tempati. Mereka ini bisa nyewa sebanyak 3 tempat. Itulah yang membuat kita kesulitan,” ungkapnya.

Sementara kalau di kios-kios kecil, sebutnya, pedagang hanya menjual dalam bentuk kecil sekira Rp 150 ribu hingga Rp 1 juta. “Tetap kita amankan. Dari situ kita kembangkan lagi. Dimana produsennya.
Namun terkadang mereka juga tidak tahu, hanya saja mereka sering dikunjungi sales untuk menawarkan produk ini,” tegas mantan Kepala BBPOM Pekanbaru itu.(YN)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to 50 PERSEN OBAT TRADISIONAL MENGANDUNG BKO

  1. Pingback: fresh shop cc

  2. Pingback: Uni of dy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *