21 GURU SMP NEGERI 1 LAU BALENG DEMO DPRD KARO

Kabanjahe-andalas Proses belajar-mengajar di SMP Negeri 1 Lau Baleng, Kecamaatan Lau Baleng Kabupaten Karo tidak terlaksana dengan baik sebagaimana mestinya di sekolah tersebut, Selasa (5/2).

Pasalnya, 21 dari 38 guru di sekolah itu mendatangi DPRD Karo untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP), keluhkan oknum Kepala Sekolah Martin Pelawi SPd diduga melakukan kesewenang-wenangan terhadap guru dan melakukan pungli di sekolah itu.

Atas tuntutan para guru itu Ketua Komisi C DPRD Karo Harrison Sitepu didampingi anggota dewan lainnya seperti drg Bantuan Purba, Suranta Sitepu dan Chairani Br Surbakti menggelar RDP dengan dihadiri Kadis Diknas Kabupaten Karo, Drs Satra Tarigan, Kabid Dikmen Drs Kuat Kaban, Msi, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laubaleng Martin Pelawi.

Menurut para guru, mereka tidak sanggup lagi memilik kepala sekolah karena melakukan sewenang-wenang, pungli, menghambat sertifikasi terhadap guru dan melakukan pengkotak-kotakan terhadap guru yang memiliki S1 dengan guru yang tidak S1 sehingga tidak terjalin komunikasi yang baik antara guru termasuk dengan kepala sekolah.

“Bagaimana tidak, setiap rapat tidak ada saran yang pernah didengarkan kepala sekolah. Selain itu Kepsek juga bertindak semaunya saja. Kami sama sekali tidak nyaman lagi bahkan bila Kepsek tidak diganti, kami rasanya tidak mungkin lagi mengajar di satu atap yang sama dengan beliau,” kecam Manurung.

Menyikapi hal itu, Martin Pelawi menampik tuduhan para guru. Ia melakukan tugasnya sebatas tindakan tegas dan penerapan disiplin bukan sewenang-wenang terhadap guru, apabila ada guru tidak mengajar.

“Pada pergantian jam belajar, ada ruangan belajar yang kosong sehingga harus diisi oleh guru untuk mengajar. Di sinilah kadang kala ada guru saya perintahkan untuk mengisi ruangan belajar yang kosong. Jadi bukan tindakan sewenang-wenang ataupun diskrimintaif yang dilakukan kepada guru,” ungkapnya.

Kadis Diknas Kabupaten Karo, Drs Sastra Tarigan mengatakan hal ini terjadi akibat tidak ada-nya koordinasi yang baik dan sinergis antara kepala sekolah dengan guru, yang mengakibatkan tidak kondusif di sekolah itu berdampak akan terganggunya proses belajar mengajar.

“Kita sebagai seorang guru harus tanggap apa menjadi tanggungjawab kita untuk memajukan dunia pendidikan di Tanah Karo ini,” ujarnya.

Ia berjanji akan menuntaskan persoalan ini agar tidak berlarut-larut. “Berikan kesempatan kepada saya untuk menyelesaikannya. Saya serta wakil kepala sekolah malam ini akan menuntaskan persoalan tersebut,” janjinya.

Ia mengimbau, para guru tetap melakukan aktvitas proses belajar mengajar di sekolah itu. Setelah mendengarkan aspirasinya, para guru membubarkan diri dengan tertib. (RTA)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

3 Responses to 21 GURU SMP NEGERI 1 LAU BALENG DEMO DPRD KARO

  1. ave veronika pelawi says:

    Pak Manurung , saya kira anda hanya ingin kebebasan semata saja untuk tidak mengajar , sebab , yg saya tau , nama sklh SMP N 1 lau baleng sudah mulai d ketahui masyarakat karena kedisiplinan nya . Bagaimana jika anda di posisi bpk kepala sekolah , mungkin anda tidak sanggup memajukan pendidikan yg ada di situ , sebab anda sudah lama menjadi guru disitu yg tidak bertanggung jawab akan tugas anda , sehingga anda dan guru-guru yg kurang bertanggung jawab akan tugas nya merasa terkejut dengan disiplin bapak . Bagaimana sekolah tersebut ingin maju jika untuk melaksanakan satu disiplin saja tidak sanggup di laksanakan .
    Apa kah anda sebagai seorang guru hanya ingin kebebasan untuk tidak mengajar ,
    Saya harap tidak , karna itulah kewajiban anda sebagai guru !
    Saya sebagai pelajar di Medan , saya melihat disiplin yg ada sangat ketat , sebab jika dalam setahun 3 kali guru tidah hadir tnp keterangan atau tidak mengajar maka akan dipecat . Berarti guru-guru yg menuntut tersebut tidak mampu untuk mengajar di sekolah-sekolah yg memiliki guru profesional . Jadi inti nya , jika anda sebagai guru memang sudah melakukan tugas anda dan di anggap salah , apa salah nya dirundingkan , toh anda yg mengajari anak murid anda untuk saling mengerti dan mau mendengarkan saya . Hanya ini yang mau saya sampaikan , semoga pak manurung dapat memahami nya !

  2. ave veronika pelawi says:

    Pak Manurung , saya kira anda hanya ingin kebebasan semata saja untuk tidak mengajar , sebab , yg saya tau , nama sklh SMP N 1 lau baleng sudah mulai d ketahui masyarakat karena kedisiplinan nya . Bagaimana jika anda di posisi bpk kepala sekolah , mungkin anda tidak sanggup memajukan pendidikan yg ada di situ , sebab anda sudah lama menjadi guru disitu yg tidak bertanggung jawab akan tugas anda , sehingga anda dan guru-guru yg kurang bertanggung jawab akan tugas nya merasa terkejut dengan disiplin bapak . Bagaimana sekolah tersebut ingin maju jika untuk melaksanakan satu disiplin saja tidak sanggup di laksanakan .
    Apa kah anda sebagai seorang guru hanya ingin kebebasan untuk tidak mengajar ,
    Saya harap tidak , karna itulah kewajiban anda sebagai guru !
    Saya sebagai pelajar di Medan , saya melihat disiplin yg ada sangat ketat , sebab jika dalam setahun 3 kali guru tidah hadir tnp keterangan atau tidak mengajar maka akan dipecat . Berarti guru-guru yg menuntut tersebut tidak mampu untuk mengajar di sekolah-sekolah yg memiliki guru profesional seperti di kota . Jadi inti nya , jika anda sebagai guru memang sudah melakukan tugas anda dan di anggap salah , apa salah nya dirundingkan , toh anda yg mengajari anak murid anda untuk saling mengerti akan disiplin dan mau mendengarkan orang lain untuk kebaikan besama . Hanya ini yang mau saya sampaikan , semoga pak manurung dapat memahami nya !

  3. Pingback: Bilad Alrafidain University |Bilad |Alrafidain |college students

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *