WARGA BANGUN JALAN KE KEBUN PALA DI GUNUNG SINABUAK

Tapaktuan, (Analisa). Warga Jorong Hulu, Desa Lhok Bengkuang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan membuka ruas jalan tani menuju ke Gunung Sinabuak secara swadaya. Menyusul pembangunan ruas jalan, pada Minggu (3/2), warga Jorong Hulu menggelar kenduri gunung yang dirangkai dengan pelantikan pengurus sineubok.
Acara kenduri gunung dan pelantikan pengurus sineubok dihadiri ratusan warga dan antusias masyarakat menghadiri kegiatan ini dikarenakan kerinduan terhadap ritual adat yang mulai ditinggalkan di era globalisasi ini. Kenduri gunung memiliki arti dan tujuan mulia.

“Ini merupakan refleksi dari rasa syukur kepada Allah SWT dengan harapan Allah SWT tetap memberikan limpahan rezeki terhadap hasil kebun petani di gunung tersebut,” kata Harmaini, Ketua Panitia Penyelenggara Kenduri Gunung.

Menurut Harmaini, ruas jalan tani dibangun dengan dukungan dana swadaya masyarakat yang berhasil dihimpun sebanyak Rp4,5 juta. Dan uang tersebut dimanfaatkan untuk menyewa alat berat scopel dan belko yang sangat membantu kerja membuka badan jalan di punggung gunung menuju areal kebun rakyat di Gunung Sinabuak. Uang itu juga dimanfaatkan menyantuni 17 anak yatim di wilayah itu.

Memudahkan Akses

Dia menjelaskan, pembukaan jalan tani ini guna memudahkan akses masyarakat merawat dan membawa hasil kebun yang umumnya tanaman pala. “Karena manfaatnya cukup berarti, masyarakat terdorong saling bahu membahu memberikan sumbangan,” ungkapnya.

Kenduri gunung Minggu dihadiri Camat Tapaktuan Erwiandi, S.Sos yang memberikan apresiasi atas semangat masyarakatnya untuk menghidupkan lagi tradisi bertani pala. Pala, sebut camat, selain dapat meningkatkan perekonomian, juga sebagai tanaman konservasi hutan yang memiliki fungsi ekologi tinggi.

“Semoga upaya yang dilakukan warga Lhok Bengkuang ini dapat diikuti oleh desa-desa lainnya di Tapaktuan, seperti Jambo Apha dan Desa Air Berudang,” kata Erwiandi.

Camat juga berharap Pemkab melalui lembaga legislatif dapat mengeluarkan qanun daerah tentang larangan pembunuhan maupun penangkapan terhadap burung predator seperti murai batu dan beberapa jenis lainnya.

“Sebab, jika burung pemakan hama punah, tanaman pala kita juga mengalami kerusakan, sehingga keinginan mengembalikan kejayaan negeri ini sebagai penghasil pala pada era tahun 80 an sulit terwujud,” tegas camat.

Terhadap upaya masyarakat merintis jalan usaha tani, Camat Erwiandi mengharapkan kepada para pengambil kebijakan di tingkat kabupaten untuk mempertimbangkan suatu peluang menyempurnakan jalan tani tersebut sekaligus memerintahkan keuchik memasukkan program ini dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Ketua Senuebok Jorong Hulu yang baru dilantik, Anwar, didampingi sekretarisnya M. Farid menjelaskan, di Jorong Hulu terdapat kelompok tani pala dengan nama kelompok “Palajang Bukik” yang beranggotakan 127 orang.

“Kelompok ini merupakan kelompok induk, nantinya akan dipecah menjadi kelompok kecil sesuai dengan wilayah kebunnya masing- masing,” ujarnya. (ma)
sumber: analisadaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to WARGA BANGUN JALAN KE KEBUN PALA DI GUNUNG SINABUAK

  1. Pingback: psilocybin mushrooms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *