TINGKATKAN KUALITAS PISANG PENUHI EKSPOR

MedanBisnis – Lubukpakam. Pemkab Deliserdang akan terus menindaklanjuti ekspor pisang barangan ke Singapura. Karenanya, kualitas pisang barangan terutama menghilangkan bintik pada permukaan kulit pisang akan terus dilakukan, sehingga memenuhi permintaan ekspor ke Singapura maupun daerah lain khususnya Jakarta terpenuhi.
“Karenanya, Januari lalu telah diusulkan bantuan beronsongan (pembungkus) pisang barangan untuk 100 hektaree kepada Kementerian Pertanian, dimana setiap satu hektare dapat ditanam sebanyak 1.000 batang bibit pisangan barangan. Hal ini juga untuk menindaklanjuti teknologi sebelumnya karena pada tahun 2010 juga sudah pernah mendapat bantuan beronsong,” kata Kabid Pertanian Tanaman Pangan Dinas Pertanian Deliserdag H Maimuddin Nasution, kepada MedanBisnis, di ruang kerjanya, Senin (4/2).

Sebenarnya, kata Maimuddin, permintaan ekspor pisang barangan cukup tinggi, namun permukaan kulit pisang harus benar-benar bersih atau tidak terdapat bintik-bintik hitam. Itu sebabnya, Dinas Pertanian Deliserdang tak henti-hentinya memberikan penyuluhan kepada petani pisang barangan agar memperhatikan kualitas produksi yang lebih baik.

Dijelaskannya, pemasangan barongsongan bertujuan untuk melindungi buah pisang agar tidak terganggu serangga yang membuat bintik-bintik hitam pada permukaan kulit dan ramah lingkungan. Meskipun bintik-bintik hitam tersebut tidak mengurangi cita rasa maupun higienis pisang.

Dari penyuluhan yang dilakukan, sebutnya, kesadaran petani untuk memasang beronsong dibuah pisang barangan semakin meningkat. Menurutnya, hal itu agar mampu memenuhi permintaan ekspor secara periodik, khususnya ke Singapura sebanyak 1 ton sekali kirim. Selain itu juga untuk memenuhi permintaan luar daerah seperti Jakarta.

“Launching pertama pisang barangan asal Deliserdang ke Singapura sudah dilakukan pada Juni 2012 sebanyak 1 ton. Hanya saja ada kendala para petani untuk pengiriman ke Jakarta adalah masalah pembayaran yang tidak langsung tunai, sehingga banyak petani pisang yang mundur untuk mengirim ke Jakarta. Sedangkan jika menjual kepada pengumpul bisa langsung tunai,” tambahnya.

Disebutkannya, produksi pisang dari Deliserdang masih stabil, pada bulan September 2012 sebanyak 172 ton, Oktober sebanyak 124 ton, November sebanyak 150 ton dan Desember sebanyak 210 ton. Sedangkan pendistribusian barongsongan tersebut meliputi Kecamatan STM Hilir, STM Hulu dan Biru-biru. (rinaldi samosir )
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *