TANPA PENGAWASAN, TAKSI PLAT HITAM TETAP BEROPERASI

MedanBisnis – Medan. Kurangnya pengawasan dari petugas membuat taksi plat hitam yang membuat pool taksi tersendiri di pinggir jalan seperti di simpang Jalan Brigjend Katamso-Jalan Juanda menjadi penyebab taksi ilegal ini nekat beroperasi. Selain disitu, taksi plat hitam juga terlihat bebas beroperasi di Jalan SM Raja, Jalan Halat hingga Jalan Mesjid Raya Medan karena tidak adanya pengawasan aparat terkait.
Pengamatan MedanBisnis, Senin (4/2), di simpang Jalan Juanda, Jalan Mesjid Raya, Jalan SM Raja hingga Jalan HM Joni terlihat bebasnya operasional taksi plat hitam. Bahkan CV Halkit Taksi yang berada di simpang Jalan Juanda sudah disegel petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub Kota Medan dan Satlantas Polresta Medan kedapatan telah beroperasi kembali.

Dalam kurun waktu beberapa jam saja, taksi plat hitam ini dapat mengangkut puluhan penumpang dengan jumlah armada yang bergerak dua sampai tiga unit jenis Avanza maupun APV dalam dua jam. Jumlah penumpang yang diangkut pun selalu penuh dengan barang penumpang yang dibawa juga cukup banyak.

Operasional taksi plat hitam ini cukup menguntungkan. Untuk sekali jalan saja, penumpang yang diangkut mencapai delapan penumpang. Dengan rata-rata tarif yang dikenakan pada penumpang Rp 40.000 sekali jalan tujuan Pematang Siantar.

Taksi plat hitam ini pun terbilang nyaman karena hanya dengan tarif sebesar itu sudah sampai ke tujuan dan diantar sampai ke lokasi. Sementara, jika dibandingkan dengan angkutan umum resmi yang tersedia seperti bus, mini bus maupun kereta api tarifnya dua kali lipat dari harga tersebut.

“Mereka bisa kasih harga murah karena mereka taksi tidak resmi. Mereka tidak ada kewajiban membayar retribusi apapun ke pemerintah. Sementara kita angkutan umum resmi, bayar retribusi rutin. Tentunya itu berpengaruh pada tarif ke penumpang. Karena kita harus keluarkan cost ekstra, berbeda dengan taksi gelap,” kata Ketua Organda Medan Mont Gomery Munthe pada MedanBisnis.

Munthe yang juga pengusaha angkot Rahayu Medan Ceria ini pun meminta pemerintah dan petugas terkait serius melakukan penertiban taksi plat hitam. Operasional taksi plat hitam tidak hanya merugikan sopir angkutan umum resmi yang diserobot taksi plat hitam. Namun pemerintah juga dirugikan karena tidak membayar retribusi angkutan.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Kota Medan Renward Parapat yang dikonfirmasi enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan kordinasi dengan jajaran Satlantas Polresta Medan.

“Kita sedang berkordinasi dengan Polresta. Karena kemaren ada petugas Satlantas Polresta yang dimutasi, jadi perlu konsolidasi lanjutan lagi. Yang pasti akan kita tertibkan. Soal waktu dan jadwal itu rahasia, nanti kita beritahukan ke teman-teman wartawan juga,” tegas mantan Sekretaris Dishub Sumut ini. (sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to TANPA PENGAWASAN, TAKSI PLAT HITAM TETAP BEROPERASI

  1. Pingback: how to use cvv dumps online

  2. Pingback: buy dmt online canada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *