SYAHRIAL TERANCAM PENJARA SEUMUR HIDUP

Kasus Adik Bunuh Abang

KISARAN-PM : Syahrial Sitorus (17), pelaku pembunuhan abang kandungnya, Rabu (30/1) lalu bakal terancam hukuman seumur hidup. Dalam penyidikan, polisi menjeratnya dengan pasal berlapis.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Fahrijal, S.IK saat didampingi Kanit Ekonomi, Iptu Ramadhani di Mapolres Asahan, Jumat (2/1). Pihaknya menjerat Syahrial dengan pasal berlapis, yakni pasal 340 subs 338 subs 351 ayat 3 KUHPidana, subs Pasal 44 Ayat 3 undang-undang No 23 Tahun 2004, tentang KDRT. “Ancaman hukumannya adalah, pidana paling lama seumur hidup,” jelas Fahrijal.

Menurut mantan Kasatreskrim Polres Tapanuli Selatan ini, penerapan pasal berlapis yang dilakukan pihaknya sudah melalui sejumlah pertimbangan matang. Salah satunya adalah pengakuan tersangka, bahwa pembunuhan itu telah direncanakannya, beberapa saat sebelumnya. “Jadi, tersangka mengaku dalam pemeriksaan, bahwa dia memang merencanakan perbuatannya itu,” jelas Fahrijal.

Mengenai pemakaian UU KDRT dalam perkara ini, dijelaskan Fahrijal, dilatar belakangi fakta, bahwa antara korban dan tersangka merupakan saudara kandung. Peristiwa maut tersebut pun terjadi di dalam rumah orangtua mereka.

Fahrijal juga menjelaskan, untuk kepentingan penyidikan, pihaknya telah melakukan penahanan terhadap Syahrial, dan yang bersangkutan diinapkan di rumah tahanan Polres Asahan

Sementara itu, tersangka Syahrial sendiri, hingga kemarin masih menjalani pemeriksaan marathon yang dilakukan petugas penyidik Satreskrim Polres Asahan. Hal tersebut dilakukan, untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut. Bahkan, pengakuan Kasat Reskrim, pihaknya telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut kepada pihak Kejaksaan Negeri Kisaran.

Syahrial yang kemarin mengenakan kaos oblong berwarna hijau, dipadu celana pendek, tampak menjalani pemeriksaan dengan santai. Meski raut wajahnya memancarkan kelelahan, namun Syahrial tetap mengikuti proses pemeriksaan yang dilakukan terhadap dirinya. Kemarin, Syahrial terlihat berulangkali menguap, menahan kantuk.

Hanya saja, sama seperti hari-hari sebelumnya, Syahrial seolah tak sudi berbagi cerita tentang kasus tersebut. Bahkan, saat ditanya perasaanya pasca peristiwa itu, dia hanya memberi jawaban singkat. “Aku menyesal bang. Nggak menyangka aku sampai begini,” tukasnya. Saat disodori pertanyaan lain, Syahrial memilih bungkam. (sus/bud)

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *