RS SUFINA AZIZ & DR. LUI DIPOLISIKAN

Bu Guru Lumpuh Usai Melahirkan

MEDAN-PM : Mariana alias Ana (30) bersama suaminya Muhammad Taufan (28) mengadukan Rumah Sakit Sufina Azis di Jl. Karya Baru 1, Karang Berobak, Kec. Medan Barat beserta dokter Lui ke Mapolresta Medan, Jumat (1/2) sekira pukul 10.00 Wib. Mariana tak terima kakinya yang tiba-tiba lumpuh setelah ditangani dokter usai melahirkan di rumah sakit tersebut.

Warga Jalan Tuasan, Gang Sedar, Kec. Medan Tembung yang bekerja sebagai guru itu tiba di halaman Mapolresta Medan. Mariana dan Taufan terlihat didampingi LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Pekan). Begitu turun dari mobil Avanza yang membawa mereka, Mariana tampak digendong sang suami menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK).

Kepada sejumlah wartawan, Ana mengaku memilih membuat laporan karena kesal pihak rumah sakit tidak mau bertanggung jawab atas kelumpuhan yang dideritanya. Pihaknya menduga sang dokter salah, terlalu banyak menyuntikkan bius saat proses partus (melahirkan).

“Saya hanya minta pertanggungjawaban mereka, karena kakinya semula bagus,” ucapnya.

Semula pihak sakit sepakat berunding dan melakukan rongen (ronsen) tulang pinggul Ana. Hasilnya, disebut terdapat keretakan pada tulang pinggul Ana. Tetapi, keretakan tersebut menurut pihak rumah sakit bawaan sejak kecil. “Ini hasilnya, tidak ada keretakan. Mereka bilang ada retak,” kesalnya.

Dalam hal ini, Ana tak menuntut apapun dari pihak rumah sakit. Ibu guru SD di Jl. Mustofa, Kec. Medan Timur ini hanya meminta pihak rumah sakit mengembalikan kesehatan kakinya. “Saya cuma minta pertanggung jawaban mereka saja,” ucap ibu beranak dua ini.

Taufan tak kalah kecewanya dengan Ana, terkait sikap pihak rumah sakit yang terkesan hendak lepas tanggung jawab. “Saya poto, ini buktinya. Tidak ada yang retak, mereka memang sengaja mau mengelak,” ucapnya.

“Saya minta kepada rumah sakit, cuma kembalikan jalan istri saya seperti semula itu. Bukan uang yang kami minta,” sambung Taufan seraya meneteskan air mata melihat nasib istrinya sekarang.

Karyawan PT Gentanusa Gemilang itu tak sampai hati menyaksikan kondisi istrinya yang lumpuh dan nasib kedua anak mereka kelak. Terlebih pekerjaannya yang menyita waktu sebulan sekali baru dapat pulang ke rumah. “Yang di rumah cuma istri saya sama dua anak saya. Kalau terjadi apa-apa bagaimana. Itu yang saya pikirkan,” jelasnya seraya mengusap air matanya dan masuk ke dalam ruang SPK Polresta Medan.

Terkait laporan Ana, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Yoris Marzuki mengaku sudah menerima laporan korban dugaan malapraktek. “Kita sudah menerima pengaduan, diduga melakukan malapraktek,” terangnya.

Untuk melanjutkan kasus tersebut, pihaknya akan berkordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Kita tindaklanjuti dengan undang-undang yang ada. Nanti keterangannya dari pihak IDI juga kita minta,” tegas Yoris.

Sementara itu, Humas RS. Sufina Aziz, Erwan saat dikonfirmasi POSMETRO MEDAN mengatakan kondisi kelumpuhan Ana terjadi akibat adanya keretakan tulang pinggul di masa lalu. “Memang sudah retak tulangnya itu sejak kecil, bukan karena kesalahan saat operasi,” kata Erwan.

Menurutnya, pihak rumah sakit juga sudah bertanggung jawab dengan menjemput korban dari rumahnya dan mengantarkannya ke spesialis. “Kita sudah tanggung jawab, kita jemput dia. Kita bawa ke rumah sakit spesialis dan hasil potonya memang ada keretakan,” sambungnya.

Dengan begitu, Erwan mengaku tidak ada kesalahan saat Mariana menjalani operasi melahirkan anak keduanya. “Jadi tidak ada kesalahaan saat operasi, memang tulang pinggulnya yang sudah retak saat dia masih kecil,” jelasnya kepada POSMETRO MEDAN. (eza/bud)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to RS SUFINA AZIZ & DR. LUI DIPOLISIKAN

  1. Pingback: Buy Glo Carts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *