MARAH ISTRI DIJAMAH, SERDA SALADIN BONYOK

MEDAN-PM : Tak sor pinggang istri dipegangi pria lain, seorang anggota TNI-AL Lantamal I Belawan, Serda Saladin Nasution malah dikeroyok puluhan juru parkir, porter (tukang angkat barang-red), dan tukang becak. Selain babak belur, ditambah satu luka tikaman di pinggang, sejumlah perhiasan milik korban juga raib. Aksi main hakim sendiri ini terjadi di Stasiun Kereta Api, Jl. Lapangan Merdeka Medan, Senin (4/2) sekira pukul 15.00 WIB.

Info yang dihimpun POSMETRO MEDAN, sore itu Saladin dan istri melintas mengendarai mobil Honda CRV BK 1168 CL. Setiba di depan Stasiun Kereta Api, pasutri ini lalu memarkir mobil hendak membeli dunkin donuts di samping stasiun. “Kami mau beli roti cokelat di situ,” kata wanita berambut panjang yang minta namanya tak dikorankan itu. Singkat cerita, usai beli roti, keduanya kembali ke mobil. Saat itulah masalah muncul. Tak sengaja Saladin melihat seorang jukir memegangi pinggang istrinya. “Tukang parkir situ pegang pinggang aku, suami aku marah. Kenapa kau pegang-pegang gitu?” Tanya Saladin seperti ditirukan istrinya.

Tapi si jukir membantah tudingan Saladin. “Siapa yang pegang istri abang, aku kan minta uang parkir saja sama dia,” jawab jukir yang belum diketahui namanya itu. Mendengar perkataan itu, Saladin sontak marah. “Kelen (kalian-red) nggak ada sopan, aku angkat nanti kelen semua ke kantor,” bentak Saladin. Sial, ternyata ancaman itu tak membuat si jukir keder. Sebaliknya, ia malah memanggil teman-temannya yang mangkal di situ. “Terus dia panggil teman-temannya, kemudian dia teriakin suamiku copet,” lirih wanita itu sembari menitihkan air mata.

Mendengar teriakan itu, puluhan massa langsung ramai-ramai datang dan memukuli Saladin. “Dipukuli orang itu suamiku di depan mataku, padahal sudah aku bilang suami aku TNI, bukan pencuri,” kenangnya lagi. Takut suaminya tewas dipukuli, ia pun coba melerai. Tapi naas, wanita berkulit putih ini malah ditendang pelaku. Beruntung, polisi yang melihat kejadian itu langsung datang melerai dan mengamankan pasutri itu ke pos lantas Lapangan Merdeka yang tak jauh dari lokasi. “Kalung suami aku hilang, satu kotak bulat di dalamnya ada kalung sama cincin tiga. Di dalam tas aku letak, kunci mobil pun hilang,” kesalnya seraya meninggalkan pos polisi. Sedangkan Saladin, dengan kondisi ‘kaki ayam’ baju terlihat kotor bekas jatuh, mata sebelah kanan memar dan pinggang menderita luka tusukan. “Sakit kali pinggang aku, coba kau lihat,” ucapnya pada temannya.

Begitu dilihat, ternyata ada luka tusukan di pinggangnya, Saladin pun hanya bisa merintih kesakitan.  Selanjutnya, anggota marinir bersama istrinya dibawa anggota Polisi Militer (PM) ke Pomal untuk dimintai keterangan atas kejadian tersebut.  Kanit Reskrim Medan Barat, Iptu Syarifur mengatakan atas kejadian itu pihaknya sudah mengamankan enam orang pelaku yakni, Parlindungan Simbolon, Alim Hutagalung, Marudut Hutagalung, Hottua Sinaga, Sahala Simarmata, Febry Sianturi. “Seluruhnya kerja sebagai tukang angkat barang kereta api,” ucap Syarifur pada POSMETRO. Dikatakan mantan Kanit Reskrim Polsek Helvetia itu, sampai saat ini masih enam orang yang diamankan dan dimintai keterangannya. “Keenamnya masih kita mintai keterangannya, masih kita kembangkan,” tandasnya. (eza/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

5 Responses to MARAH ISTRI DIJAMAH, SERDA SALADIN BONYOK

  1. Pingback: kardinal stick

  2. Pingback: buy vitual credit card

  3. Pingback: Fortune Games® Real Money Casino Slot Games Slots

  4. Pingback: glock 40

  5. Pingback: albino mushrooms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *