DIRUT, KACAB PT PP TERSANGKA KASUS LAHAN SIRKUIT PANCING

MEDAN (Waspada): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menetapkan  Direktur Utama dan Kepala Cabang PT Pembangunan Perumahan (PP) menjadi  tersangka kasus alihfungsi lahan Sirkuit Pancing Medan.

Hal itu diungkapkan Kasi Penkum Kejatisu Marcos Simaremare, di Hotel Tiara  Medan, Selasa (5/2). “Kedua tersangka adalah D mantan Dirut PT Pembangunan  Perumahan dan S mantan Kepala Cabang Sumut PT Pembangunan Perumahan.  Mereka ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan aset negara  yang berlokasi di Jalan Pancin/Williem Iskandar, Desa Medan Estate, Kec. Percut  Seituan, Deliserdang, pada tahun 1997,” ujarnya.

Namun, Marcos yang ditanya seputar kerugian negara dalam perkara itu  mengaku belum bisa memastikan. Pasalnya, audit masih dilakukan oleh pihak  BPKP perwakilan Sumut. “Tetapi kerugian negara ini menyangkut lahan.  Lahannya cukup luas yaitu 20 hektar,” katanya.

Meski status penyidikan perkara tergolong cepat, namun Kejatisu belum ada  menetapkan tersangka dari pihak Pemprovsu ataupun pengembang yang  membeli lahan tersebut. Alasannya, perkara ini masih berjalan dan terus  bergulir.

“Penetapan tersangka itu adalah hasil kesimpulan penyidikan. Dua tersangka  sudah pernah dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi, tetapi untuk status  tersangka belum kita panggil. Saksi lain antara lain pihak BPN Deliserdang juga  pernah kami panggil,” tutur Marcos.

Ditanganinya perkara ini mulai dari penyelidikan dan naik ke penyidikan  berasal dari beberapa informasi termasuk dari masyarakat dan personel  Intelijen Kejaksaan. Selain itu, pihaknya mengaku informasi diperoleh dari  pemberitaan selama ini di Medan, terkait perkara tersebut.

“Soal pelapor siapa itu kan dilindungi oleh undangundang. Kasus ini juga masih  baru jalan dua bulan. Kecuali kalau dihentikan diamdiam kasus ini baru bisa  kamu bilang kenapa terkesan ditutuptutupi. Tetapi Paling telak dan menjadi  masalah adalah PT PP ini kan BUMN. Untuk saat ini pengalihan lahan dari  Pemprovsu ke PT PP okelah kita anggap sesuai prosedur, dan PP dianggap tidak  jelas kenapa bisa lahan menjadi milik swasta. Itu yang sedang kita kaji dan  bagaimana perpindahan sebenarnya,” katanya.

Sebelumnya, Kajatisu Noor Rachmad mengatakan, sudah ada menetapkan  tersangka. Namun tidak merinci siapasiapa saja nama pelaku dan bagaimana  bentuk modus korupsi yang dilakukan dalam perkara tersebut. “Sudah ada  tersangkanya. Tetapi tanya ke Marcos (Kasi Penkum) untuk lengkapnya,”  ujarnya.

Seperti diketahui bahwa Pemprovsu sempat dituding menjual arena olahraga  balap road race di Jalan Pancing Medan kepada developer perumahan. Selain  itu, developer juga diduga berkonspirasi dengan pengusaha dalam peralihan  hak atas tanah negara seluas 20 hektar di Jalan Pancing, Medan Estate. Hal  tersebut membuat DPRD SU gerah dan langsung meninjau lokasi beberapa waktu  lalu.

Diketahui pula, sirkuit road race di Jalan Pancing tersebut dibangun  menggunakan APBD Sumut yang dikucurkan bertahap, yakni tahun 2007 senilai  Rp1,7 miliar, tahun 2008 senilai Rp900 juta, dan tahun 2010 senilai Rp3,7  miliar.

Tanah negara seluas 20 hektar itu awalnya merupakan bagian dari 45,5 hektar  eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN IX yang dikuasai Pemprovsu selaku pemegang  Hak Pengelolaan Lahan (HPL).

Dengan peruntukan fasilitas pendidikan, sosial dan pemerintahan, berdasarkan  Berita Acara No 593/6714/17/BA/1997, tanggal 5 Mei 1997, Pemprovsu  kemudian mengalihkan  ke20 hektar tersebut kepada PT Pembangunan  Perumahan (PP) Cabang I, dengan status pemegang Hak Guna Bangunan (HGB)  selama 30 tahun. (m38)
sumber: waspadamedan

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to DIRUT, KACAB PT PP TERSANGKA KASUS LAHAN SIRKUIT PANCING

  1. Pingback: Unlimited Web Hosting from $0.99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *