UNGKAP PEMBUNUHAN A LIANG, POLISI TEMUI JALAN BUNTU

BELAWAN-PM : Memasuki hari ke tiga, kasus pembunuhan A Liang alias Adison (60), yang mayatanya dimasukkan dalam goni, lalu ditenggelamkan ke tengah laut dengana pemberat batu, masih jadi misteri. Polisi yang menangani kasus tewasnya warga Jl. KL Yos Sudarso, Simpang Kantor, Gang Kenari, Kec. Medan Labuhan itu pun mengaku menemui jalan buntu.

Bahkan, dari 3 orang saksi yang diperiksa, belum ada satupun yang mengetahui terakhir kali korban bertemu dengan siapa? Atau pun membeli ikan dari gudang siapa? “Kita sudah periksa 3 saksi, kita masih kesulitan mencari orang terakhir kali yang berjumpa dengan korban, dan dimana korban membeli ikan di hari terakhir sebelum ia dibunuh,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Friyanto pada kru koran ini, Minggu (27/1) siang.

Mesksi begitu, Yudi mengaku, pihaknya masihtetap berupaya mencari data dari beberapa gudang ikan yang kerap disinggahi A Liang.”Anggota masih terus berupaya, karena becak dan hape A Liang juga hilang. Makanya kita terus berupaya menyelidiki kasus ini,” kata perwira berpangkat tiga balok emas di pundaknya itu. Disinggung soal pelacakan hape korban via GPS, Yudi menjelaskan, pihaknya sudah melakukannya, hanya saja nomor yang digunakan korban belum terlacak. “Kita masih kembangkan terus yang pasti kasus ini masih kita selidiki,” kata Yudi. Hasil penelusuran POSMETRO MEDAN, A Liang yang baru tiga bulan terjun ke bisnis jual beli ikan itu, selalu berpindah-pindah gudang tempat belanja. Sehingga teman – temannya sesama pedagang di Gabion Belawan mengaku bingung dan tak tau ke mana terakhir kali A Liang membeli ikan.

“Kita juga sudah cari tahu dari teman – teman yang lain, tapi tak ada yang tahu ke mana dia terakhir kali,” kata Antoni teman A Liang, sesame pedagang. Begitu juga para pedagang lain di Gabion Belawan tak begitu mengenal A Liang, karena pria berdarah Tionghoa itu masih termasuk orang baru. “Kami kurang tau, karena dia beli ikan katanya pindah – pindah dan beli pun tak begitu banyak,” kata Simanjuntak, pengawas gudang ikan di Gabion. Seperti diberitakan sebelumnya terkait pembunuhan A Liang alias Adison (60). Saat ditemukan, kakinya diikat, tubuhnya digonikan, lalu ditenggelamkan ke tengah Perairan Belawan dengan pemberat batu. Mayat kaku pria berdarah Tionghoa itu ditemukan terapung oleh nelayan, Jumat (25/1) sekira pukul 14.30 WIB. (ril/deo)
sumber: posmetro

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to UNGKAP PEMBUNUHAN A LIANG, POLISI TEMUI JALAN BUNTU

  1. Pingback: liberty blog

  2. Pingback: buy weed online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *