BNN DUGA TANAMAN MIRIP GHAT ‘CHATINONE’ MASIH BANYAK TUMBUH DI INDONESIA

Jakarta – Kasus penyalahgunaan narkotika yang melibatkan artis Raffi Ahmad seakan membuka gerbang bahaya Chatinone atau Katinona. Satu persatu masyarakat yang semula tidak mengetahui tanaman Ghat, kini mulai membuka mata akan aspek hukum yang mengancamnya. Badan Narkotika Nasional (BNN) menduga tanaman Ghat masih tumbuh subur di Indonesia.

Sebelumnya, tanaman mirip Ghat atau dalam bahasa Latin disebut, Catha Edulis, tumbuh subur di kawasan Puncak, terutama di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Bogor. Menurut warga, tanaman itu dibawa oleh turis asal Timur Tengah 10 tahun lalu.

Oleh turis yang akhirnya menetap di kawasan setempat, pucuk daun tanaman tersebut digunakan sebagai lalapan usai makan daging kambing. Fungsinya untuk menurunkan lemak dan obat diabetes. Karena bernilai ekonomi, warga ikut-ikutan menanamnya di kebun atau pekarangan rumah hingga kini.

Setelah mengetahui tanaman yang bila diekstrak menjadi sintesis tersebut memiliki zat adiktif, masyarakat beramai-ramai mencabut tanaman yang banyak tumbuh di Afrika Selatan dan wilayah Penisula.

Tanaman serupa juga ditemukan di sebuah lahan Dusun Munggangsari, Desa Karang Salam, Baturaden, Banyumas. Lahan dimiliki warga tapi statusnya disewa oleh orang keturunan Arab yang tinggal di Purwokerto. Sama halnya dengan temuan di Puncak, tanaman ini sudah tumbuh di ladang seluas 2 hektare tersebut selama 10 tahun.

Guna menghindari penyalahgunaan tanaman, polisi langsung terjun ke lokasi dan memberi garis polisi di sekitar ladang.

“Kami menduga masih banyak ladang yang ditanamai Ghat,” kata Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol Vincentius Sambudiyono, saat dihubungi detikcom, Senin (4/2/2013).

Sam, sapaan Sambudiyono, menyambut baik reaksi masyarakat di Bogor dan Banyumas yang merespon dan melaporkan adanya tanaman Ghat yang tumbuh di lingkungan mereka.

“Masyarakat sudah bagus untuk turut serta memerangi bahaya narkoba,” puji Sam.

Pihaknya masih meneliti lebih lanjut apakah tanaman yang menjadi bagian dari kultur masyarakat di Yaman ini sengaja ditanami oleh para imigran Timur Tengah.

“Apakah ada kesengajaan dari turis Timur Tengah menanam tanaman itu, perlu penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.

Dengan ditemukannya tanaman tersebut di tengah masyarakat, BNN akan memberikan penyuluhan menyeluruh terkait bahaya Ghat, agar kemudian masyarakat tidak kembali terjun menanam Ghat yang nantinya dikhawatirkan menjadi ladang mata pencarian.

“Salah satu tupoksi kami adalah memberikan penyuluhan, apalagi bila sudah marak seperti ini harus ada upaya pemberdayaan alternatif,” jelas Sam.

Chatinone atau dalam Bahasa Indonesia disebut Katinona digolongkan sebagai narkotika golongan I yang hanya boleh dipakai untuk keperluan riset. Namun belakangan, sejak Raffi Ahmad, zat ini disebut-sebut disalahgunakan pihak-pihak tertentu.
sumber : detikcom

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to BNN DUGA TANAMAN MIRIP GHAT ‘CHATINONE’ MASIH BANYAK TUMBUH DI INDONESIA

  1. Pingback: buy weed online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *