DIBONGKAR, PERDAGANGAN NARKOBA MODUS PERAMPOKAN

1,5 Kg Sabu Disita dari Warga Surabaya

Medan-andalas Dua anggota Polisi dari Dit Sabhara Poldasu dan Brimob Binjai, berhasil menggagalkan perdagangan narkoba jenis sabu-sabu antar propinsi, dengan modus perampokan, Sabtu (2/2) siang.

Selain tersangka perampok berinitial CP, polisi juga menangkap pemilik sabu-sabu warga Perumahan Manukan Mukti, Surabaya, Prop Jawa Timur berinitial JN (34) berikut menyita 1,5 kg sabu-sabu yang dikemas dalam 8 bungkusan. Sabu-sabu itu seyogiannya akan dibawa ke Surabaya.

Modusnya, tersangka JN dan AM serta  CI, menumpang beca bermotor menuju Bandara Polonia Medan. Tepatnya di Jalan Ir Juanda, tas sandang CI dirampok CP yang mengenderai sepeda motor.

Secara kebetulan, anggota Sabhara Poldasu, Brigadir Janter Hutapea dan anggota Bromob Binjai, Bripka Khairudin yang melintas di TKP, melihat perampokan tersebut lalu menangkap CP.

Begitu CP ditangkap, tersangka  AM dan CI melarikan diri sedangkan JN seolah kebingungan dan tetap duduk dibeca. Setelah tas sandang yang dirampok CP dibuka, ternyata berisi sabu-sabu, kemudian JN diamankan dan dibawa ke Dit resnarkoba Poldasu untuk pemeriksaan.

Kepada polisi, CP mengaku disuruh AM dan CI merampok tas sandang tersebut. CP sendiri sudah diberitahu CI  bahwa tas sandang  itu berisi sabu-sabu.

“Menurut CI dan AM, sabu-sabu itu sudah dibeli JN yang akan dibawa ke Surabaya. Kemudian, CI dan AM menemani JN ke bandara,” aku CP.

CP juga mengaku, CI dan AM tidak rela kalau sabu-sabu yang sudah dibayar JN itu dibawa ke Surabaya. Dan jika aksi perampokan itu berhasil maka akan dijual dan hasilnya dibagi tiga.
Sedangkan JN membantah sabu-sabu itu miliknya. Bahkan, dia berkilah tidak kenal betul dengan AM dan CI.

Direktur Reserse Narkoba Poldasu Kombes Pol Toga H Panjaitan mengatakan, pihaknya lebih meyakini keterangan CP daripada keterangan JN.

“Banyak modus untuk menyelundupkan dan memperdagangkan sabu-sabu, salah satunya modus yang diperankan CP, makanya kita tidak yakin dengan keterangan JN yang membantah sebagai pemilik sabu dimaksud,” kata Toga.

Mantan Kapolres Labuhan Batu itu mengaku, masih memburu AM dan CI serta akan berusaha membongkar jaringannya yang diduga jaringan antar propinsi.

Dalam kesempatan itu, Toga Panjaitan memberikan penghargaan kepada kedua anggota polisi yang menangkap tersangka. (HER)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *