LANGKAT KLAIM SURPLUS BERAS

LANGKAT – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Basrah Daulay mengungkapkan bahwa Langkat berhasil surplus beras mencapai 100.425 ton, untuk tahun 2012, berdasarkan perimbangan dan kebutuhan beras masyarakat.

Dari hasil produksi Gabah Kering Panen (GKP) padi sawah dan padi gogo sebanyak 474.889 ton, yang setara dengan produksi beras 257.826 ton, maka dikurangi kebutuhan beras masyarakat untuk 1.210.776 jiwa, maka didapatlah angka surplus beras itu, kata Basra Daulay di Stabat, Minggu.

“Ini sungguh sangat menggembirakan, sehinga bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang lalu, maka terdapat kenaikan 15.798 ton,” katanya seraya menambahkan termasuk juga kenaikan tersebut terjadi pada produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 28.552 ton.

Basrah juga mengungkapkan bahwa hal itu berkaitan dengan indeks pertanaman yang meningkat, dari 2011 dengan IP 183, kini menjadi IP 195.

Untuk tahun 2013 ini diharapkan Langkat akan menjadi IP 200, dan tidak ada lagi yang ber IP 100, artinya tidak ada lagi pertanaman padi sekali setahun, tapi sudah menjadi tiga kali setahun, katanya.

Pada bahagian lain Basrah juga menjelaskan berdasarkan hasil nota kesepahaman (MOU) yang dilakukan dengan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Udhoro Kasih Anggoro, tentang pencapaian hasil produksi padi dan beras, ada kenaikan dari kesepakatan.

Dimana Langkat mencapai 6,5 persen dan melebihi kesepakatan yang dibuat yaitu 5 persen, katanya.

Diharapkan nantinya dengan keberhasilan ini akan mendorong pemerintah pusat maupun provinsi untuk memberikan dan menyalurkan berbagai bantuannya guna mendukung

diantaranya diarahkan buat para petani Langkat.

“Petani sangat berharap berbagai bantuan tersebut, terutama mesin, drenaise, maupun juga bibit buat peningkatan produksi padi,” ungkap Basrah.
sumber: waspada

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *