ALEX DITIKAM OBENG

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Tersangka pembunuh Alex, warga Perumahan Cemara Asri mengaku kesal karena pengusaha barang pecah belah itu menghina saat dirinya menagih upah.

penganiayaan yang akhirnya berujung maut itu terjadi setelah pertengkaran mengenai sisa upah pengecatan rumah Alex yang dikerjakan Galih pada Desember 2011.

Galih telah mendapat upah Rp 1,2 juta untuk pengecatan tembok eksterior rumah. Kedatangan Galih ke rumah Alex di Jalan Dahlia No 45 Komplek Perumahan Cemara Asri, Sampali, Percut Sei Tuan, pada tanggal 21 Februari adalah untuk menagih upah untuk pekerjaan tambahan sebesar Rp 200 ribu yang dijanjikan Alex akan dibayarkan setelah Natal.

dirinya terdorong untuk mendatangi rumah Alex  karena butuh uang untuk biaya perobatan anaknya. Namun, ternyata kakek 70 tahun itu menolak untuk membayar.

“Dia bilang ‘kalau saya tidak mau bayar, kau rupanya mau apa?’” kata Galih mengulang percakapan mereka. Menurutnya, Alex bahkan menghinanya dengan perkataan kotor dan rasialis.

Galih pun mengambil sebuah obeng berwarna merah yang terletak di meja terdekat dan menikam lelaki tua itu hingga bersimbah darah. Setelah itu, ia kabur dengan memanjat pintu gerbang dan pergi menggunakan sepeda motor ke arah Belawan.

Pelariannya selama setahun belakangan pun terhenti setelah Sabtu pagi dinihari tadi polisi menangkapnya saat sedang tidur di rumah bibinya. Kepala Satreskrim Polresta Medan Komisaris Yoris Marzuki mengatakan, polisi telah mencurigai Galih sejak awal terjadinya kasus dan segera menyebar identitasnya agar masyarakat dapat membantu proses pencariannya.

Karena perbuatannya, Galih antara lain akan dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan terencana dan Pasal 35 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal penjara 20 tahun.
sumber: medan.tribunnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to ALEX DITIKAM OBENG

  1. Pingback: Glo Extracts

  2. Pingback: Barrett Rifles For Sale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *