SIGIT, MANFAATKAN SAMPAH KOTA JADI KOMPOS

MedanBisnis – Medan. Sebagaimana umumnya sampah hanya dibuang sia-sia. Di tangan Sigit Agus Gunawan, sampah bisa diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah. Sigit berhasil menjadikan 200 ton sampah menjadi 30 ton pupuk kompos.
Sigit yang merupakan` PT Komposindo Granular Arendi, sejak 2005 yang lalu, dirinya sudah memulai membuat pupuk kompos dari sampah domestik. Sampah-sampah yang terkumpul tersebut dipisahkan antara organik dan yang non organik. Dari situ kemudian diolah menjadi pupuk kompos.

“Intinya, sampah kalau diolah dengan cara tertentu bisa sangat bermanfaat, sehingga menjadi pupuk kompos atau biopestisida,” katanya kepada MedanBisnis dalam seminar dan diskusi Teknologi Pemanfaatan Sampah Kota Sebagai Pembenah Tanah (Soil Conditioner) dan Pengelolaan Limbah Domestik (tinja) Sebagai Biopestisida dan Sumber Nutrisi Ikan dan Ternak di ruang Penny Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (31/1) di Medan.

Sigit menjelaskan, untuk membuat pupuk kompos, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda), di antaranya Karawang, Sragen, Jember, Bondowoso, Mojokerto, Bojonegoro, dan Lampung. Kerja sama tersebut berbentuk penyediaan lahan dan sosialisasi. “Dari setiap pabrik yang sudah dibuat di tempat tersebut, bisa menghasilkan 30 ton per hari, itu sama dengan 200 ton sampah,” katanya.

Pupuk tersebut digunakan sebagai pupuk dasar sebelum lahan ditanami dengan ukuran 2 – 3 kwintal per hektare. Jumlah tersebut cukup untuk sampai masa panen. “Dengan melihat ukuran tersebut, sebenarnya penggunaan pupuk dari hasil pengolahan sampah kota ini sangat praktis dan bermanfaat,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Pertanian USU, Abdul Rauf, hingga saat ini, belum ada pengolahan sampah menjadi pupuk kompos sebagaimana adi Jawa.

Pengolahan sampah selama ini hanya dilakukan secara konvensional oleh Dinas Kebersihan. Padahal, melihat produk yang sudah dihasilkan, seharusnya di Sumut mampu untuk menciptakannya. “Di Sumut belum ada pengolahan sampah menjadi biopestisida maupun bio nutrien, apalagi menjadi dalam bentuk yang sangat praktis,” katanya.

Padahal,  jika di Sumut mampu menciptakannya sebagaimana yang sudah ada di beberapa tempat di Jawa tersebut, akan sangat ekonomis. “Karena saat ini, penggonaan pupuk organik, untuk lahan satu hektar dibutuhkan urea sampai 200 kg, kalau saja pupuk kompos ini bisa diciptakan dalam ukuran yang lebih praktis, akan lebih memudahkan petani,” ungkapnya.

Menurut Rauf pertemuan ini dihadiri peserta dari petani Langsa dan Langkat, akademisi, mahasiswa pasca sarjana, dosen, aktivis serta praktisi. “Di sini kita mempertemukan para pihak, harapannya ada manfaat dan tindak lanjut yang dikerjakan,” katanya. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to SIGIT, MANFAATKAN SAMPAH KOTA JADI KOMPOS

  1. Pingback: blue meanie mushroom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *