PENUMPANG SANDERA DM BATAVIA AIR

MEDANMedanBisnis –Medan. Maskapai penerbangan Batavia Air  stop beroperasi sejak pukul 00.00 WIB pada Rabu (30/1) karena pailit. Akibatnya, puluhan penumpang Batavia Air di Bandara Polonia Medan, Kamis (31/1), harus kecewa karena gagal berangkat sehingga menyandera District Manager Batavia Air Medan, Tri Joni.
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) memailitkan Batavia Air setelah utang yang jatuh tempo  tidak kunjung dibayar. Penggugat, yaitu International Lease Finance Corporation (ILFC), mengajukan permohonan pailit terkait pesawat Airbus A330 yang dioperasikan maskapai swasta nasional tersebut untuk angkutan haji yang disiapkannya. Namun, Batavia tidak mendapatkan tender pengangkutan haji sehingga pesawat tidak maksimal dioperasikan sehingga tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012  sebesar US$ 4,68 juta.

Puluhan penumpang Batavia Air di Medan terlihat sudah mulai berdatangan ke Bandara Polonia sejak pukul 08.30 WIB kemarin. Tapi ketika menuju pintu masuk Terminal Keberangkatan Polonia Medan mereka sempat ditolak oleh petugas sekuriti bandara yang menjelaskan bahwa tidak ada lagi penerbangan Batavia Air. Semula sejumlah penumpang sempat tidak percaya, tapi kemudian mereka langsung menuju loket Batavia Air dengan kesal dan marah.

Bahkan amarah para penumpang sempat memuncak dan hampir memecahkan kaca loket tersebut. Namun, aksi tersebut dihalangi oleh petugas keamanan dan pihak Air Duty Aangkasa Pura II. Loket Batavia Air pun tutup, tapi  sejumlah penumpang berupaya mencari pegawai atau stafnya yang berada di Polonia saat itu. Aksi sweeping pun terjadi. “Kalian carikan kami penerbangan lain sekarang  atau kalian pulangkan uang kami secepatnya,” bentak seorang penumpang bernama P Manurung pada petugas berseragam Batavia.

District Manager Batavia Air Tri Joni yang datang ke lokasi setelah dipanggil oleh petugas dan staf Batavia Air di Polonia juga mencoba memberikan penjelasan pada penumpang. Dia mengatakan pihaknya sudah membuat posko di Gedung Serba Guna Angkasa Pura II, belakang Bandara Polonia Medan. Di posko itu, penumpang yang sudah telanjur membeli tiket dapat melaporkan data diri masing-masing lalu akan didata. “Kita di sini hanya membantu kurator untuk mendata piutang mereka, baik pada vendor maupun penumpang,” jelasnya.

Pengamatan MedanBisnis hingga pukul 15.00 WIB, penumpang masih terus berdatangan. Mereka meminta kepastian kapan ganti rugi diberikan, bahkan melakukan aksi penyanderaan terhadap District Manager Batavia Air Medan, Tri Joni. Kantor Batavia Air di Jalan S Parman juga terlihat ramai didatangi oleh penumpang yang menuntut ganti rugi pengembalian uang tiket namun kantor terlihat tutup.

Tetapi setelah satu jam dalam penyanderaan, akhirnya penumpang membebaskan Tri Joni setelah Manager Air Duty AP II Ali Sofyan memberikan penjelasan pada mereka. “Kita juga sedang mempersiapkan keamanan, karena kabarnya, Jumat (1/2), hari ini akan datang lagi 100 orang penumpang Batavia menuntut ganti rugi ke Polonia Medan,” ungkapnya.

Otband Mediasi Penumpang
Kabid Keamanan Angkutan Udara dan Kelaikudaraan Otoritas Bandara (Otband) Polonia Medan Dadang yang dikonfirmasi MedanBisnis menegaskan, masalah Batavia Air di Medan sudah dilakukan mediasi oleh pihaknya, bahkan beberapa penumpang sudah dialihkan ke penerbangan maskapai lain di bawah tanggungjawab pihak Batavia Air.”Kita tetap awasi proses di Batavia. Kita juga sudah meminta Batavia memberikan jawaban yang pasti pada penumpang. Batavia juga menunggu kabar dari kurator yang akan membayarkan utang mereka pada penumpang,” tegasnya.

Sementara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta pihak maskapai penerbangan Batavia Air untuk segera memberitahukan secara jelas perihal pengembalian dana alias refund tiket para penumpangnya.

Humas Ditjen Perhubungan Udara Israful Hayat mengatakan kurator telah ditunjuk untuk melanjutkan proses pailit  Batavia Air. “Jadi sekarang dengan adanya pailit ini perusahaan Batavia Air itu berada di bawah kurator. Namun tetap para penumpang harus dipertanggungjawabkan juga oleh pihak Batavia Air,” kata Israful.

Manajer Humas Batavia Air Elly Simanjuntak mengatakan, saat ini semua pergerakan Batavia Air masih menunggu kepastian dari kurator, yang mengurus proses pailit.”Kita ini menunggu arahan kurator, sebelum ada instruksi kurator kita belum bisa melakukan apa-apa. Kami mohon calon penumpang untuk bersabar,” katanya.(sulaiman achmad)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to PENUMPANG SANDERA DM BATAVIA AIR

  1. Pingback: Cybersecurity in Banking and Finance Industry

  2. Pingback: Glo Extracts LA Sunshine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *