KADISDIKSU : 4 FAKTOR UN 2013 KREDIBEL

MEDAN (Berita): Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara (Kadisdiksu) Drs Mohammad Zein MSi berharap ujian nasinal (UN) 2013 ini harus jujur dan jangan ada dimanipulasi dalam bentuk pencekungan nilai atau penggelembungan nilai rapor serta senantiasa terjaga kerahasiaannya.

Hal itu dikatakan Kadisdiksu Zein didampingi Kabid Dikdas dan PK Drs Henri Siregar MPd dan Kakanwil Kemenag Sumut diwakili Drs Yulizar MPd (Kabid Mapenda) pada pembukaan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan dan finalisasi data calon peserta UN 2012/2013 di Hotel Griya, Selasa malam (29/1).

Menurut Zein ada empat faktor penting yang menjadi fokus agar proses penyelenggaraan UN menjadi baik dan kredibel, yakni menjaga tingkat keamanan yang tinggi dan kerahasiaan yang kuat agar tidak terjadi kebocoran soal UN ke publik.
Distribusi naskah ujian harus tepat dari sisi waktu, jumlah, bahan/materi yang akan diujikan. Artinya, naskah maupun perangkat soal ujian tidak boleh terlalu cepat dan juga tidak boleh terlalu dekat dengan pelaksanaan ujian untuk memberi ruang pengamanan naskah.

Mengenai paket soal yang dibagikan kepada peserta ujian tahun ini mengalami perubahan. Jika tahun lalu, naskah UN untuk satu ruang ujian terdiri dari 5 paket soal yaitu A, B, C, D, E, maka tahun ini dalam satu ruang ujian akan mendapat 20 paket soal dan tiap siswa akan mendapat satu paket soal yang berbeda dengan peserta lainnya.

Selanjutnya tambah Kadisdiksu, prosesi pelaksanaan ujian harus mendapat jaminan dari panitia penyelenggara UN di tingkat satuan pendidikan di kabupaten/kota masing-masing, bahwa pendistribusian naskah dan perangkat soal tidak terganggu. Hal ini dimaksudkan agar terhindarnya kegaduhan dan ketidak nyamanan untuk menjaga konsentrasi peserta dalam mengikuti ujian.

Menyangkut sistem evaluasi, Zein mengatakan, UN sebagai penentu kelulusan tetap menggunakan porsi 60:40, presentasen dari nilai ujian dan rapor. Untuk tahun ini, persyaratan nilai rapor yang diserahkan kepada penyelenggara UN tingkat provinsi adalah nilai rapor seluruh siswa kelas VII sampai IX untuk tingkat SMP/MTs dan kelas X sampai XII untuk tingkat SMA/MA dan SMK.

“Sedangkan ketentuan nilai rapor untuk tingkat SD/MI masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari penyelenggara UN tingkat pusat,” paparnya seraya mengharapkan kepada petugas dan penanggung jawab data online dari kabupaten/kota menjaga akurasi data peserta jangan sampai terjadi kesalahan dan kelalain tim pendataan yang menyebabkan peserta didik terkendala mengikuti UN.

Sementara itu Penanggung Jawab Data Online UN 2013 Disdiksu Dolli Hutasuhut mengatakan agar petugas menghindari sikap saling menyalahkan. Apabila ada permasalahan pendataan yang perlu dituntaskan harus senantiasa memupuk kerjasama tim dan kekompakan dalam bekerja agar data yang disajikan valid dan tidak merugikan pihak manapun.

Kegiatan ini yang berlangsung 29 Januari sampai 2 Februari ini diikuti 149 peserta, sebanyak 77 peserta adalah para Kadis Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kakankemenag se Sumut yang mengikuti rakor dan sebanyak 72 orang petugas dan penanggung jawab data online Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan Kemenag.(aje)
sumber: beritasore

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *