PETANI BELUM BANYAK GUNAKAN BENIH JAGUNG UNGGUL

MedanBisnis – Medan. Hingga saat masih banyak yang belum menggunakan benih unggul. Akibatnya, petani sebagai pengguna benih, seringkali harus menanggung kerugian lantaran produksi yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan.
Salah seorang petani jagung di Kelurahan Simalingkar B, Kecamatan Medan Tuntungan, Firdaus Tarigan, kepada MedanBisnis, di ladang jagungnya yang berusia 2 bulan, mengatakan, selama ini petani baru mengetahui benih jagung yang ditanamnya bukan benih unggul setelah ditanam. “Kalau katanya benih unggul, ya kami tanam saja,” katanya.

Umumnya petani membeli benih jagung di toko-toko ataupun dari orang yang mendatangi petani dan menawarkan benih yang katanya unggul. Karena tidak mengetahui ciri-ciri benih unggul, kemudian dibeli. Setelah ditanam ternyata benihnya tidak bagus, petani tidak bisa berbuat banyak. “Kami mau mengadu kepada siapa kalau benihnya tak bagus?” ungkapnya.

Hal tersebut menurutnya, yang mengakibatkan produksi jagung tidak maksimal. Jika dihitung, lanjut Firdaus, dalam satu hektare, produksi jagung tidak lebih dari 5 ton. Padahal, sebelum ditanam petani diiming-imingi produksi yang akan dihasilkan di atas 5 ton.

Tidak hanya produksinya yang tidak maksimal. Dari sisi ketahanan terhadap hama juga kurang. Selama ini hama yang seringkali menyerang adalah hama penggerek batang, bulai dan hawar. “Kalau sudah kena serang, harus langsung ditebang, kalau tidak menular,” katanya.

Dari banyaknya pengalaman, Firdaus memiliki trik tersendiri agar tidak tertipu benih yang tidak unggul. Biasanya ia menunggu petani lain yang menggunakan benih tersebut baru kemudian dibelinya.

“Hanya itu yang saya bisa, kalau dilihat ternyata panennya bagus, baru benih itu kami beli,” katanya.
Menurut Ketua Himpunan Petani Jagung Indonesia (Hipajagin) Jemat Sebayang, fakta tersebut sangat disayangkan. Karena seringkali petani merugi akibat tidak adanya sosialisasi mengenai benih yang unggul. “Pemerintah, dalam hal ini dinas terkait, tidak bekerja, harusnya mereka memberikan sosialisasi mengenai benih yang bagus,” katanya. (dewantoro)
sumber: medanbisnisdaily

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *