PN MEDAN DIMINTA TUNDA EKSEKUSI DUA RUKO DI JL AH NASUTION

Diduga Terjadi Kesalahan Terhadap Objek Perkara

Pengadilan Negeri (PN) Medan diminta menunda eksekusi terhadap dua unit ruko (rumah toko) berlantai dua, berikut dengan tanah bertapakan di Jalan AH Nasution, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, yang dijadwalkan Rabu (16/1) atau hari kemarin.

Pasalnya, diduga terjadi kesalahan terhadap objek perkara. Pasalnya objek perkara dimaksud merujuk kepada ruko milik AKBP Dr Anthonius Ginting SpOG (47), yang berlantai V (lima).

Permohonan penundaan eksekusi sudah dilayangkan AKBP Dr Anthonius Ginting melalui kuasa hukumnya CP Siregar, Herryanto Simanjuntak dan Ferry Arianza, Selasa (15/1) ke PN Medan.

Kepada wartawan kemarin CP Siregar menerangkan, klien mereka mengetahui akan dieksekusinya ruko itu setelah adanya surat pemberitahuan dari pihak PN Medan No W2 UI/117/Pdt 04 10/I/2013.

CP menjelaskan, Anthonius Ginting merupakan pemilik empat unit ruko berlantai lima di Jalan Jenderal AH Nasution Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan itu, yang sekarang ini dimohonkan eksekusi oleh Surya Tjian melalui kuasa hukumnya dengan No 50/EKS/2012/226/Pdt.G/2010/PN Mdn.

Penetapan eksekusi itu didasarkan atas adanya Surat Permohonan Eksekusi Pengosongan tanggal 30 Agustus 2012 No.W2/SYAD/VIII/2012 dari H Syarwani/advokat, intinya meminta PN Medan berkenan melaksanakan eksekusi terhadap objek perkara dua unit ruko berlantai dua berikut
dengan tanah bertapakan di mana kedua rumah toko tersebut berdiri.

Sehingga berdasarkan analisis juridis pihak CP Siregar, terhadap objek itu menunjuk kepada ruko milik klien mereka berlantai lima. Atas hal itu, pihaknya meminta pengadilan untuk tidak mengeksekusi ruko tersebut karena terjadinya kesalahan objek.

“Ini kan fatal, masa dalam surat yang dieksekusi dua unit ruko berlantai dua, sementara semua ruko berlantai lima”, cetus Siregar.

Disinggung jika PN Medan tetap melakukan eksekusi padahal objek perkara salah, CP Siregar mengatakan jika itu dilakukan maka sudah merupakan tindak pidana.

“Jika itu tetap terjadi berarti terjadi tindak pidana, klien kami akan melaporkannya ke Polda Sumut,” tegas CP Siregar sembari mengatakan keberatan terhadap eksekusi ini tak hanya disampaikan pada Ketua PN Medan, juga kepada Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, Hakim Tinggi Pengawas Medan, Komisi Yudisial RI dan Kepolisian Daerah Sumut. (Riz’k)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to PN MEDAN DIMINTA TUNDA EKSEKUSI DUA RUKO DI JL AH NASUTION

  1. Pingback: click here

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *