JAKARTA MENUNJUKKAN KEDEWASAAN BERPOLITIK

Daerah lain harus menjadikan Pilkada DKI Jakarta sebagai contoh.

JAKARTA – Masyarakat Jakarta telah menunjukan kedewasaan sikap dalam berpolitik. Meski sempat diterpa isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) saat musim kampanye pemilihan gubernur, usai pencoblosan terbukti tidak ada gesekan antarmasyarakat.

“Ternyata panasnya perdebatan itu hanya ada di tingkat elit tim kampanye dan konsultannya saja,” kata pengamat psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, kepada SH, di Jakarta, Jumat (21/9).

Menurut Hamdi, Pilkada Jakarta menjadi pelajaran buat para politikus agar tidak lagi memainkan isu-isu SARA. Selain menyakiti hati masyarakat, isu SARA ternyata tidak berdampak terlalu banyak untuk mendongkrak elektabilitas calon.

“Ada masyarakat yang terpengaruh dengan isu SARA, tetapi di sisi lain ada juga masyarakat yang antipati sehingga malah memindahkan dukungannya. Jadi, suaranya berkutat di situ-situ saja” kata Hamdi.

Dia menyatakan cara-cara berkampanye dengan menyebarkan kebencian berdasarkan SARA adalah primitif; sama sekali tidak berkelas. Menurutnya, Pilkada Jakarta harus menjadi contoh untuk menyebarkan positif dalam berdemokrasi.

“Dari hari ke hari kampanye mengeksploitasi SARA sudah tidak populer lagi. Sebaiknya ditinggalkan,” tuturnya.

Negarawan

Hamdi juga mengapresiasi sikap para kandidat gubernur dan wakil gubernur. Pernyataan para kandidat usai mengetahui hasil hitung cepat telah mengunci potensi kekacauan di masyarakat. Menurutnya, para kandidat telah memberikan sinyal jelas bahwa Jakarta tidak boleh kacau. “Keduanya (Fauzi Bowo dan Joko Widodo) sudah meloncat dari politikus ke negarawan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman menyatakan, selepas dikeluarkannya hasil hitung cepat situasi Jakarta memang terkendali. Tetapi, tetap perlu diingat bahwa penghitungan suara sah atau resmi belum selesai dan bakal dimumukan KPUD DKI Jakarta.

“Harapan saya masyarakat dapat mengikuti dan menerima dengan baik. Bilamana ada hal yang tidak tepat, sampaikan keberatan melalui jalur yang disediakan,” tuturnya.

Menurutnya, semangat Pilkada DKI Jakarta yang jujur, adil, aman, dan damai harus dikawal bersama. “Insya Allah akan tetap terpelihara kondusif,” ucapnya.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

2 Responses to JAKARTA MENUNJUKKAN KEDEWASAAN BERPOLITIK

  1. Pingback: train from pisa to cinque terre

  2. Pingback: buy skunk online UK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *